CNNIndonesia.com mencoba menghubungi pihak Esemka, namun belum mendapat tanggapan.
Menanggapi gugatan tersebut, Jokowi buka suara pada Jumat (11/4). Ia mengatakan tidak terlibat dalam urusan bisnis Esemka dan siap menghadapi proses hukum.
“Itu pabriknya siapa, pabriknya swasta. Sebagai Wali Kota (Solo) kami hanya mendorong hasil karya anak-anak SMK dengan teknisi-teknisi yang dibidangi otomotif, kami mendorong untuk uji emisi, itu yang memang yang harus dilakukan pemerintah,” kata Jokowi.
Ia menambahkan, setelah proses awal, semua urusan Esemka dikembalikan pada pihak swasta.
“Namun setelah itu, apakah ada yang berinvestasi di situ, atau tidak, itu sudah persoalan lain. Kami juga mendorong ada investor yang mau berinvestasi di situ. Tapi investasi di bidang otomotif saingannya nggak mudah,” lanjutnya.
Soal produksi dan pemasaran, Jokowi menegaskan semuanya adalah urusan internal Esemka.
“Bukan hanya membuat saja tapi juga memasarkan, dan itu urusan swasta, kalau urusan pemerintah mendorong apapun produk yang dihasilkan oleh rakyat, kita harus didorong agar ada yang mau investasi di situ,” ujarnya.
Ia berharap Esemka bisa berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja di masa depan.
Namun untuk gugatan yang ada, Jokowi memastikan akan melayani proses hukum secara patuh.
“Tapi tetap harus dilayani gugatan, negara ini, negara hukum, semua sama di mata hukum, ada gugatan ya dilayani,” tegas Jokowi.
Sumber: CNN Indonesia

