GELUMPAI.ID – Isu kepulangan Jurgen Klopp ke dunia manajerial, khususnya dengan AS Roma, telah resmi dibantah. Sebelumnya, laporan dari Italia sempat menghebohkan jagat sepak bola, mengklaim bahwa pelatih asal Jerman itu hampir mencapai kesepakatan untuk mengambil alih kendali Giallorossi.
Surat kabar ternama Italia, La Stampa, bahkan menyebutkan Klopp telah memberikan lampu hijau kepada Presiden Roma, Dan Friedkin, yang juga merupakan Chairman Everton. Kabar itu menyebutkan kesepakatan tercapai pada Minggu lalu, setelah Klopp disebut-sebut menolak tawaran dari klub lain.
Namun, kabar sensasional itu dengan cepat ditepis oleh Mark Kosicke, agen dari Jurgen Klopp. Kepada Winwall Sports, Kosicke secara tegas menyatakan, “Laporan tentang Klopp menjadi manajer baru AS Roma tidak benar.”
Klopp sendiri memang telah memutuskan untuk mengakhiri karir manajerialnya di akhir musim 2023/2024, mengakhiri kisah cintanya yang panjang dengan Liverpool. Sejak Oktober lalu, pelatih berusia 57 tahun itu telah mengambil peran baru sebagai Head of Global Soccer di Red Bull, sebuah posisi yang jauh dari hiruk pikuk lapangan hijau.
Dalam beberapa bulan terakhir, eks bos The Kop ini memang kerap digosipkan akan kembali ke bench kepelatihan, termasuk rumor yang mengaitkannya dengan Real Madrid.
Di sisi lain, para penggemar Roma baru saja memberikan perpisahan yang emosional kepada Claudio Ranieri akhir pekan lalu, menjelang laga kandang mereka melawan AC Milan. Pelatih berusia 73 tahun itu, yang kembali dari masa pensiunnya untuk menyelamatkan klub dari zona degradasi, mengungkapkan rasa harunya.
“Saya masih merasakan adrenalin. Ketika saya menonton rekaman ini kembali, saya mungkin akan merasa lebih tersentuh. Ini luar biasa, karena merasa dihargai oleh orang-orang Anda sendiri selalu merupakan sesuatu yang menakjubkan. Kami memulai dalam situasi yang sulit, tetapi tim tidak pernah kehilangan arah,” kata Ranieri.
“Saya berterima kasih kepada para pemain, karena tidak mudah sama sekali dalam situasi itu, ketika semuanya tampak suram. Saya sangat bahagia untuk mereka, untuk para penggemar, dan untuk Presiden,” tambahnya.
Klopp sendiri memutuskan mundur dari Anfield pada musim panas lalu karena alasan kelelahan. Dalam pernyataan perpisahannya yang sangat emosional, ia mengungkapkan cinta mendalamnya terhadap klub, kota, suporter, tim, dan staf.
“Tapi saya tetap mengambil keputusan ini menunjukkan bahwa saya yakin ini adalah keputusan yang harus saya ambil,” ujarnya saat itu. “Saya kehabisan energi. Saya tidak punya masalah sekarang, jelas, saya sudah tahu lebih lama bahwa saya harus mengumumkannya pada suatu saat, tetapi saya baik-baik saja sekarang,” tambahnya.
“Saya tahu bahwa saya tidak bisa melakukan pekerjaan itu lagi dan lagi dan lagi. Setelah tahun-tahun yang kita jalani bersama dan setelah semua waktu yang kita habiskan bersama dan setelah semua hal yang kita lalui bersama. Rasa hormat tumbuh untuk Anda, cinta tumbuh untuk Anda dan yang paling tidak saya berikan adalah kebenuran. Dan itulah kebenaran,” pungkas Klopp, yang meninggalkan Anfield dengan sederet gelar bergengsi seperti Liga Primer, Piala FA, dua Piala Liga, dan satu trofi Liga Champions.

