Bisnis & Ekonomi News
Beranda » News » KAI Minta Maaf, 22 Ribu Tiket Refund Imbas KA Argo Bromo Anjlok

KAI Minta Maaf, 22 Ribu Tiket Refund Imbas KA Argo Bromo Anjlok

GELUMPAI.ID – Usai insiden anjloknya KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegadenbaru, Subang, pada Jumat 1 Agustus 2025, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo angkat suara.

Ia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, sekaligus berterima kasih atas kesabaran dan pengertian yang ditunjukkan para penumpang.

“Insiden ini berdampak besar terhadap perjalanan pelanggan. Kami mohon maaf dan berterima kasih atas kesabaran yang telah diberikan,” ucap Didiek dalam keterangan resminya, Minggu 3 Agustus 2025.

Selama lebih dari 19 jam, sekitar 200 personel teknis dikerahkan untuk evakuasi rangkaian, perbaikan jalur, dan rekayasa pola operasi.

Jalur yang sebelumnya lumpuh akhirnya kembali normal pada hari Minggu pukul 10.57 WIB dan dilalui pertama kali oleh KA Argo Lawu dengan kecepatan terbatas.

KAI mencatat, total 80 perjalanan dibatalkan dan 42 dialihkan via jalur memutar Purwokerto – Kroya – Bandung.

Di tengah situasi tersebut, 22.664 tiket dibatalkan oleh pelanggan hingga 3 Agustus pagi, namun 440.581 orang tetap melakukan perjalanan dari kapasitas 483.296 kursi.

“Kami berikan refund 100 persen untuk tiket yang dibatalkan. Pengajuan bisa dilakukan hingga 7×24 jam dari jadwal keberangkatan,” jelas Didiek.

Sebagai bentuk kompensasi tambahan, KAI juga menyiapkan service recovery bagi pelanggan yang mengalami keterlambatan.

Meski demikian, Didiek tak menampik masih ada kekurangan dalam pelayanan di beberapa titik.

“Penanganan di beberapa lokasi SR masih perlu perbaikan. Kami paham, pelanggan banyak yang harus menunggu, bahkan mengantre refund,” ujarnya.

Meski sempat terguncang, tingkat ketepatan waktu perjalanan mulai pulih. Per Minggu, dari 72 KA arah timur ke Jakarta, 65 KA tiba tepat waktu, sisanya mengalami keterlambatan.

Sebagai langkah mitigasi, KAI masih membatasi kecepatan kereta di lokasi kejadian menjadi 60 km/jam, dari kecepatan normal 120 km/jam.

Peningkatan kecepatan akan dilakukan bertahap seiring evaluasi teknis lanjutan.

Dirut KAI bersama jajaran direksi ikut turun langsung ke lapangan sejak hari pertama. Investigasi penyebab kejadian masih berlangsung oleh DJKA Kemenhub dan KNKT.

Laman: 1 2