Sementara itu, Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa dominasi transaksi digital menjadi salah satu indikator keberhasilan KAI dalam membangun ekosistem layanan modern.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, aplikasi Access by KAI mencatat 21.491.895 transaksi penjualan tiket, atau setara 72,07 persen dari total penjualan tiket KAI, melampaui kontribusi kanal lain seperti business-to-business, loket stasiun, website, vending machine, hingga Contact Center 121.
Anne menambahkan, Access by KAI kini telah menghadirkan ekosistem perjalanan yang semakin lengkap.
Pelanggan dapat memesan hotel, menggunakan layanan E-Porter, melakukan pembayaran listrik, hingga mengakses integrasi transportasi seperti KA Lokal, KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek.
Aplikasi ini juga telah dilengkapi dengan fitur ramah lingkungan berupa estimasi carbon footprint serta layanan face recognition boarding yang kini tersedia di 22 stasiun utama untuk mempercepat proses pemeriksaan tiket dan meningkatkan kenyamanan pelanggan.
“Banyak perbaikan yang kami lakukan hari ini lahir dari apa yang disampaikan langsung oleh pelanggan,” tandasnya.

