GELUMPAI.ID- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Banten, Ali Syeh Banna, menghadiri panen raya di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, pada 19 Februari 2025.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Kalapas Rangkasbitung Muhamad Khapi, serta jajaran pejabat struktural Lapas Rangkasbitung.
Kakanwil Ditjenpas Banten, Ali Syeh Banna, mengapresiasi keberhasilan program pembinaan kemandirian ini.
“Panen raya ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan di Lapas Rangkasbitung berjalan dengan baik,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Radarbanten.co.id, pada 19 Februari 2025.
Ia menuturkan, Sarana Asimilasi dan Edukasi seperti ini sangat penting untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Ini juga menjadi bentuk nyata implementasi arahan Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Dalam panen raya ini, berbagai hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan dipanen, antara lain, kacang tanah 30 kg, kangkung 15 kg, ingkong 30 kg dan tomat: 5 kg.
Sementara itu, Kalapas Rangkasbitung, Muhamad Khapi, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya mengembangkan program pertanian ini.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi pertanian di SAE, baik dari segi jumlah maupun jenis tanaman yang dibudidayakan. Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan,” katanya.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Ketahanan Pangan Nasional sebagaimana arahan Presiden RI, serta bagian dari 13 Program Prioritas Menteri Hukum dan HAM di bidang Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, khususnya dalam hal peningkatan pembinaan kemandirian dan pemberdayaan warga binaan.
Dengan hasil panen yang memuaskan, Lapas Rangkasbitung berencana memperluas area pertanian dan meningkatkan pelatihan bagi warga binaan agar mereka semakin siap untuk kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.

