GELUMPAI.ID — Pemilu presiden yang dipercepat kini membawa perhatian publik pada lokasi kantor presiden mendatang.
Pilihan untuk tetap di lokasi saat ini di Yongsan menjadi opsi paling sederhana dan realistis. Mengingat ketatnya jadwal, presiden baru diperkirakan akan mulai bertugas segera setelah pemilu pada 3 Juni.
Faktor biaya juga menjadi alasan kuat mempertahankan kantor di Yongsan. Relokasi sebelumnya di bawah pemerintahan Yoon Suk Yeol menghabiskan biaya sekitar 83,2 miliar won (57 juta dolar AS). Memindahkan kantor kembali hanya akan menambah beban biaya dan pajak.
Namun, jejak negatif yang terkait dengan presiden yang dimakzulkan, serta peristiwa darurat militer di gedung bekas Kementerian Pertahanan, memicu seruan untuk relokasi kantor dari Yongsan.
Selain Yongsan, opsi kembali ke Cheong Wa Dae juga masuk dalam pertimbangan. Lokasi ini dikenal dengan nilai simbolis dan historisnya, serta fasilitas yang sudah mapan.
Meskipun demikian, pembukaan Cheong Wa Dae untuk umum selama lebih dari dua tahun menimbulkan kekhawatiran soal keamanan. Namun, banyak yang yakin bahwa renovasi dan pembenahan interior dapat mengatasi potensi masalah tersebut.
Pilihan lain adalah memindahkan kantor ke kawasan Gwanghwamun di pusat kota Seoul. Lokasi ini sebelumnya pernah dijanjikan oleh presiden-presiden terdahulu, namun tak pernah terealisasi.
Meski ide ini menarik karena mendekatkan presiden dengan kementerian lain, tantangan keamanan di kawasan padat gedung pencakar langit membuat rencana ini sulit diwujudkan.
Sumber: Korea Times

