GELUMPAI.ID — Pahalgam, destinasi wisata premium Kashmir, berubah menjadi lokasi tragedi. Serangan militan menewaskan 26 wisatawan dan melukai puluhan lainnya, mengoyak tren positif pariwisata yang baru pulih.
Dikutip dari Japan Times, ini serangan paling mematikan dalam dua dekade terakhir. Video viral menunjukkan pengunjung berlarian sementara tembakan terdengar di antara pemandangan pegunungan Himalaya yang memesona.
PM Narendra Modi langsung memangkas kunjungannya ke Arab Saudi.
“Pelaku keji ini akan dihukum!” tulisnya di X.
Pemerintah India mencatatkan rekor 3 juta wisatawan tahun 2024, melonjak dari 831.000 pada 2018.
Sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Kashmir langsung kolaps. Maskapai menambah penerbangan evakuasi dari Srinagar setelah pembatalan massal terjadi.
“90% pemesanan 3 bulan ke depan dibatalkan,” ujar seorang agen travel yang enggan disebutkan namanya.
Shakir Ahmed, manajer serikat taksi di Pahalgam, menggambarkan situasi suram.
“30 mobil kami menganggur. Musim panas biasanya seperti pesta pernikahan bagi kami, kini kami kehilangan segalanya.”
Kelompok “Kashmir Resistance” mengklaim bertanggung jawab. Mereka menuding wisatawan sebagai “pendatang ilegal” yang mengubah demografi wilayah.
Politisi lokal Sajjad Lone mengecam: “Teroris pengecut ingin menghancurkan kehidupan kami yang baru mulai pulih.”
Pemerintah India bereaksi cepat dengan melarang lonjakan harga tiket pesawat. Kementerian Penerbangan meminta maskapai menambah frekuensi penerbangan untuk mengangkut wisatawan yang panik.
Modi sebelumnya membanggakan Kashmir sebagai “surga dunia yang bangkit”.
Januari lalu, ia meresmikan terowongan penghubung destinasi wisata salju. Namun serangan ini menjadi tamparan keras bagi citra Kashmir yang sedang berbenah.
Warga Kashmir menggelar protes satu hari.
“Turis adalah nyawa kami,” teriak massa sambil membawa spanduk kecaman.
Mantan Menteri Jammu dan Kashmir Mehbooba Mufti menyebut insiden ini sebagai aib bagi seluruh warga Kashmir.
Analis memperkirakan dampak ekonomi akan panjang. Padahal musim panas adalah puncak kunjungan wisatawan domestik India yang havent bepergian pasca-COVID. Kini, jalan-jalan di Pahalgam yang biasanya ramai, mendadak sepi.

