News
Beranda » News » Kasus Suap yang Dilaporkan Komite SMAN 1 Kota Serang Diduga Libatkan Istri Perwira Polisi

Kasus Suap yang Dilaporkan Komite SMAN 1 Kota Serang Diduga Libatkan Istri Perwira Polisi

GELUMPAI.ID – Dugaan kasus suap di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Serang mengungkap fakta baru.

Ketua Komite SMAN 1 Kota Serang, M. Arif Kirdiat, mengatakan bahwa kasus yang dilaporkan ke Polda Banten tersebut melibatkan salah satu orangtua siswa yang disebut berprofesi sebagai anggota kepolisian dan menjabat di salah satu Polsek di Kota Serang.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Arif menyampaikan bahwa tindakan tersebut mencoreng integritas dunia pendidikan.

Ia menyebut, suap dilakukan dalam bentuk pemberian uang, pulsa, dan sejumlah barang kepada seorang guru agar nilai rapor sang anak dapat diubah sesuai keinginan orangtua siswa tersebut.

“Kami dari Komite SMAN 1 Serang hari ini melaporkan kasus dugaan penyuapan di lingkungan SMAN 1 Serang terkait permintaan perubahan nilai rapor salah satu siswa di SMAN 1 Serang yang ayahnya anggota polisi dan menjabat di salah satu Kapolsek Kota Serang,” tulis Arif dalam pernyataannya di Facebook.

Ia menegaskan, seluruh barang dan uang yang diduga digunakan sebagai alat suap telah dikembalikan oleh pihak sekolah kepada orangtua siswa tersebut.

“Ini merupakan integritas dunia pendidikan dan bukti penyuapan ke ASN guru berupa pulsa, uang, dan barang sudah kami kembalikan ke orang tua siswa. Dewan guru sudah meminta agar barang-barang tersebut diambil ke sekolah, namun tidak ada itikad dari orang tuanya,” ujarnya.

Selain melapor ke Polda Banten, komite sekolah juga menyampaikan laporan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Ombudsman Republik Indonesia.

Komite juga berkoordinasi dengan Fakultas Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) untuk mendapatkan pendampingan hukum bagi guru yang menjadi korban dalam kasus ini.

“Selain ke Polda, kami juga melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten serta Ombudsman dan terus berkoordinasi dengan teman-teman di FH Untirta,” tulis Arif.

Kasus dugaan penyuapan ini memantik perhatian publik karena menyangkut integritas tenaga pendidik dan lingkungan sekolah negeri.

Laman: 1 2