News
Beranda » News » Kasus Viral SMAN 1 Kota Serang, Komite dan Alumni Buka Suara

Kasus Viral SMAN 1 Kota Serang, Komite dan Alumni Buka Suara

Tak hanya itu, ia menekankan aturan larangan modifikasi motor yang melanggar perundang-undangan lalu lintas sudah lama diterapkan di sekolah.

Kejadian diwarnai teguran dari salah seorang anggota TNI yang tinggal di sekitar stadion tempat latihan.

Teguran itu diteruskan oleh sejumlah siswa lain kepada korban. Dari rekaman video, kata Arif, terlihat jelas adanya dialog sebelum pemukulan terjadi.

“Menurut pengakuan pelaku, dialog itu menyambungkan apa yang diucapkan TNI di samping stadion kepada korban. Baru lah di menit ke sekian, terjadilah pemukulan, jadi ini bukan pengeroyokan. Dalam video yang ada, pemukulan dilakukan oleh satu orang ke korban. Saat itu juga korban lapor ke kepolisian dan langsung divisum,” ujarnya.

Hasil visum kemudian dikonsultasikan dengan alumni yang berprofesi sebagai dokter.

Ia memastikan pihak sekolah, alumni, maupun komite akan terus mengawal kasus ini agar bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

Dari rangkaian tersebut, Arif menegaskan dua poin utama.

“Yang pertama mengutuk keras aksi pemukulan, yang kedua mencari jalan musyawarah mufakat untuk saat ini, karena masih berada dalam koridor di bawah umur. Makanya status RJ itu kita kedepankan,” tandasnya.

Laman: 1 2