Bukan cuma regulasi, kawasan industri juga sedang diarahkan menjadi pusat ekosistem industrialisasi berkelanjutan.
Fokusnya adalah teknologi tinggi, tenaga kerja masif, pendidikan vokasi, hilirisasi sumber daya alam, hingga prinsip industri hijau dan integrasi digital.
“Dengan begitu, kawasan industri tidak lagi hanya berfungsi sebagai lokasi produksi, melainkan menjadi bagian penting dari pembangunan nasional yang progresif dan tangguh terhadap dinamika perubahan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Akhmad Ma’ruf Maulana, juga mendorong inovasi demi menarik investor. Salah satu jurus pamungkas mereka: skema F3YI alias Free for 5 Years Investment.
“Sebagai bentuk kontribusi nyata HKI dalam mendongkrak investasi, kami menginisiasi Program Paket Ekonomi Investasi atau F3YI (Free for 5 Years Investment),” jelasnya.
F3YI menawarkan pembebasan sewa lahan selama lima tahun pertama, fasilitasi penuh perizinan seperti PBG dan lingkungan, hingga skema kepemilikan setelah masa sewa.
“Skema ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan industri Indonesia di tengah kompetisi global yang semakin ketat,” Akhmad.

