Entertainment
Beranda » Entertainment » KBS Minta Maaf Usai Dikecam karena Thumbnail Kontroversial soal NewJeans

KBS Minta Maaf Usai Dikecam karena Thumbnail Kontroversial soal NewJeans

GELUMPAI.ID – Korean Broadcasting System (KBS), stasiun penyiaran publik Korea Selatan, akhirnya mengeluarkan permintaan maaf resmi pada 2 Mei setelah menghadapi kritik tajam dari publik terkait thumbnail kontroversial dalam salah satu video YouTube mereka. Video tersebut membahas konflik kontrak antara girl group NewJeans dengan agensinya, HYBE/ADOR.

Sorotan tajam publik tertuju pada penggunaan frasa “Kabur tergantung IQ” dalam thumbnail video. Kalimat tersebut dianggap menyesatkan, merendahkan, serta menyulut spekulasi negatif terhadap para anggota grup, khususnya Haerin. Respons keras dari penggemar dan publik mendorong KBS untuk menarik video tersebut dari platform YouTube dan memberikan penjelasan resmi melalui papan petisi pemirsa.

Dilansir dari KpopChart.net, dalam pernyataannya, KBS mengaku bahwa tujuan awal konten tersebut adalah menyajikan pandangan netral dari kedua belah pihak yang tengah bersengketa. Namun, mereka mengakui bahwa pilihan kata dalam thumbnail tidak pantas dan menimbulkan kesan provokatif, sehingga diputuskan untuk menarik akses publik terhadap video tersebut.

Permintaan maaf KBS ini datang setelah munculnya petisi dari seorang penggemar NewJeans yang menuduh stasiun penyiaran itu sengaja memakai judul sensasional demi meningkatkan jumlah penonton. Petisi tersebut mendapat dukungan lebih dari 3.000 tanda tangan melampaui ambang batas untuk mendapatkan tanggapan resmi dari KBS.

Dalam petisinya, sang penulis juga menyoroti pola pemberitaan KBS yang dinilai tidak etis terhadap NewJeans. Ia menyebut KBS kerap mengutip pernyataan dari YouTuber tanpa konteks jelas dan bahkan menciptakan narasi seolah-olah anggota grup tersebut terlibat dalam ujaran kebencian terhadap Korea. Kritik tajam juga diarahkan pada cara KBS menangani isu yang melibatkan selebritas muda, dengan menilai pendekatannya sebagai tidak profesional dan minim etika jurnalistik.

Menanggapi hal tersebut, KBS menyatakan komitmennya untuk lebih berhati-hati dalam produksi konten digital di masa mendatang, termasuk dalam penggunaan judul, thumbnail, serta penyusunan narasi. Namun demikian, kasus ini menjadi satu dari sekian banyak contoh meningkatnya kekhawatiran terhadap standar peliputan media arus utama di Korea Selatan, terutama ketika menyangkut selebritas muda yang tengah menghadapi tekanan industri dan sorotan publik.