GELUMPAI.ID — Ekuador kini tengah menghadapi krisis besar setelah tumpahan minyak mentah yang mencemari sejumlah sungai di wilayah Esmeraldas. Kejadian ini dipicu oleh kerusakan pada jaringan pipa milik BUMN Petroecuador, yang terjadi sejak Selasa (18/3/2025).
Pemerintah Ekuador segera mengumumkan keadaan darurat nasional untuk mengatasi bencana ini. Keadaan darurat ini juga berdampak pada penghentian ekspor minyak mentah jenis Oriente, salah satu dari dua jenis yang diproduksi negara ini.
Akibatnya, lebih dari setengah juta orang di wilayah tersebut terpengaruh, terutama karena mereka kehilangan akses air bersih.
Menurut laporan AFP, tumpahan minyak terjadi ketika tanah longsor merusak jaringan pipa utama, mengeluarkan puluhan ribu barel minyak yang mengalir ke lima jalur air, termasuk Sungai Esmeraldas yang mengarah ke Samudra Pasifik.
Wali Kota Esmeraldas, Vicko Villacis, mengatakan bahwa sekitar 200.000 barel minyak telah tumpah, menyebabkan kerusakan parah pada lingkungan.
Petroecuador mengeluarkan klaim “force majeure” terkait kerusakan tersebut, yang memberi perlindungan hukum atas pelanggaran kontrak dengan klien.
Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa keadaan darurat ini tidak akan berlangsung lebih dari 60 hari, dengan tujuan untuk mengalokasikan semua sumber daya yang dibutuhkan guna meminimalkan dampak bencana ini terhadap operasional perusahaan.
Tumpahan minyak ini juga berdampak pada kehidupan warga dan nelayan setempat. Sebagian besar nelayan di Rocafuerte, sebuah desa di Esmeraldas, melaporkan bahwa perahu dan jaring mereka kini tertutup minyak hitam.
“Jika terus seperti ini, kami tidak akan bisa menangkap ikan lagi,” kata Luis Cabezas, seorang nelayan setempat.
Selain itu, tumpahan minyak ini merusak ekosistem lokal, dengan ratusan spesies hewan yang terancam punah akibat pencemaran air. Ahli biologi kelautan, Eduardo Rebolledo, menyatakan bahwa dua sungai yang terkena dampak tumpahan tidak lagi memiliki kehidupan air.
“Air di sana tercampur dengan minyak, membuatnya tidak layak bagi kehidupan apa pun,” ujarnya.