GELUMPAI.ID – Netflix, salah satu perusahaan teknologi paling sukses di dunia, mencatat pertumbuhan luar biasa hingga 600 persen dalam satu dekade terakhir. Melansir HBR, kesuksesan ini bukan hanya soal keberuntungan, tetapi juga kebijakan unik yang diterapkan, yaitu “No Brilliant Jerks”.
Melansir LinkedIn, istilah ini merujuk pada individu cerdas dan berprestasi namun memiliki perilaku toksik yang merusak lingkungan kerja. Meskipun mereka sering dianggap sebagai aset penting, Netflix percaya keberadaan mereka justru membawa lebih banyak masalah daripada manfaat dalam jangka panjang.
Ciri-Ciri ‘Brilliant Jerks’
Melansir Beautynesia, berikut ciri-ciri individu yang termasuk kategori brilliant jerks:
- Sikap Superior: Selalu merasa lebih pintar atau penting dibandingkan orang lain.
- Kurang Empati: Tidak peduli pada perasaan atau kebutuhan rekan kerja.
- Merendahkan Rekan: Mendominasi diskusi, menolak kritik, dan meremehkan kontribusi orang lain.
- Sulit Menerima Masukan: Meyakini bahwa pandangan mereka adalah yang paling benar.
- Mengorbankan Tim untuk Prestasi Pribadi: Lebih fokus pada pencapaian individu ketimbang keberhasilan tim.
Melansir Inc, perusahaan seperti Netflix menyadari bahwa dampak negatif brilliant jerks terhadap tim dan budaya kerja jauh lebih besar dibandingkan kontribusi yang mereka berikan.
Kebijakan Netflix: Tegas Menolak Brilliant Jerks
Mantan CEO Netflix, Reed Hastings, menegaskan bahwa perusahaan tidak mentoleransi brilliant jerks. “Jangan menolerir para brilliant jerks. Efeknya terlalu besar merusak kinerja tim,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari YourSay.
Netflix percaya bahwa kolaborasi dan harmoni tim adalah prioritas utama. Meskipun seorang karyawan sangat produktif, jika perilakunya merusak budaya kerja, mereka harus dikeluarkan dari perusahaan.
Menghadapi ‘Brilliant Jerks’ di Tempat Kerja
Melansir Professional Leadership Institute, berikut beberapa cara menghadapi brilliant jerks:
- Berikan Teguran: Jelaskan dampak negatif perilaku mereka terhadap tim dan organisasi.
- Coaching: Berikan pelatihan jika mereka menunjukkan keinginan untuk berubah.
- Review Rekan Kerja: Terapkan evaluasi 360 untuk menilai kontribusi dan sikap.
- Berikan Konsekuensi: Tunda bonus atau penghargaan jika perilaku mereka tidak berubah.
- Siapkan Pengganti: Pastikan ada pengganti untuk posisi mereka jika tidak ada perubahan.
Netflix dan perusahaan lain seperti Atlassian telah membuktikan bahwa budaya kerja yang sehat lebih penting daripada mempertahankan individu berbakat tetapi toksik.

