Menurut Yessi Vadila, pakar perdagangan dari ERIA, kebijakan konten lokal justru bikin:
- Biaya produksi naik
- Daya saing ekspor turun
- Produktivitas menurun
Meski beberapa produsen seperti Samsung akhirnya berinvestasi di Indonesia, keberhasilan ini dinilai cuma “kulit luar” dan nggak cukup buat menarik investasi skala besar dalam jangka panjang.
Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?
Ekonom Krisna Gupta bilang, strategi ini mungkin bisa berhasil dalam jangka pendek. Tapi kalau pemerintah mau menarik investasi langsung asing (FDI) lebih banyak, harus ada perubahan besar.
“Indonesia perlu tingkatkan produktivitas, perbaiki iklim bisnis, dan bangun infrastruktur kompetitif. Kalau cuma mengandalkan kebijakan proteksionisme, bakal sulit menarik perusahaan sebesar Apple,” kata Krisna.
Sementara itu, situasi global bisa membuka peluang baru buat Indonesia. Dengan rencana tarif besar-besaran terhadap China dari Presiden AS terpilih Donald Trump, rantai pasok global mungkin akan bergeser lagi ke Asia Tenggara.
Tapi kalau pemerintah nggak segera belajar dari kesuksesan Vietnam, Indonesia bisa kembali kehilangan kesempatan emas.

