GELUMPAI.ID – Langkah Persebaya Surabaya untuk merangsek ke posisi runner-up klasemen Liga 1 tertahan. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, duel sengit bertajuk Derbi Jatim kontra Arema FC berakhir dengan skor imbang 1-1, membuat koleksi poin Bajul Ijo tetap 53 dan tertahan di urutan ketiga.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, tak kuasa menyembunyikan rasa frustrasinya atas hasil seri tersebut. “Secara keseluruhan, saya kecewa karena mentalitas kami adalah menang untuk memenangkan pertandingan ini dan kemudian juga naik ke posisi kedua, tetapi ya itu sudah berakhir dengan hasil imbang, jadi kami mengambil poin tersebut,” tuturnya dengan nada kecewa.
Kendati statistik mencatat dominasi Persebaya sepanjang pertandingan, sejumlah peluang emas yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol tambahan. Munster mengakui bahwa para pemainnya telah berjuang keras, namun penyelesaian akhir di depan gawang menjadi problem krusial.
“Ya, saya sudah tahu ini adalah pemain yang kami miliki, jadi kami akan melakukan yang terbaik untuk mencetak gol hari ini, kami mencetak gol, tetapi kecewa dan permainan terbuka kami memiliki peluang untuk mencetak gol dan pemain kami kurang kejam di depan gawang, sederhana,” ujarnya blak-blakan.
Terlebih, Munster menyoroti kegagalan Malik Risaldi memanfaatkan peluang emas di penghujung laga, saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Arema FC. “Setiap pertandingan kami memiliki peluang, setiap pertandingan untuk mencetak gol, kami harus menang. Jadi, kami memiliki peluang bagus di akhir pertandingan dengan Malik Risaldi, satu menjadi satu dengan kiper, dan dia menembak langsung ke kiper. Jadi, saya kecewa, tetapi Arema juga memiliki peluang,” imbuhnya.
Meski demikian, Munster mencoba melihat hasil imbang ini dari dua sudut pandang. Ia mengakui dominasi timnya, namun juga menyadari ancaman yang sesekali dilancarkan Arema FC. Kini, fokus utama baginya adalah membenahi produktivitas gol tim.
“Jadi, Anda harus memikirkannya sebagai dua hal, tetapi dengan kami dan gol-gol ini, itu tidak cukup. Kami membutuhkan lebih banyak gol,” tegas Munster.
“Para pemain bekerja keras, tetapi periode transfer itu selesai. Jadi inilah para pemain yang kami miliki,” pungkasnya, menyiratkan keterbatasan dalam mengubah komposisi tim saat ini.

