News
Beranda » News » Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTT Meningkat Tajam

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTT Meningkat Tajam

GELUMPAI.ID — Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT melonjak pada 2025. Sebanyak 198 kasus tercatat dari Januari hingga 9 Mei.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan 144 kasus pada periode sama di 2024. Kekerasan mencakup fisik, psikis, hingga seksual.

“Jadi, rata-rata ada 47 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak per bulan,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan NTT, Ruth D Laiskodat.

Pelaku berasal dari berbagai profesi. Tokoh agama, polisi, hingga nelayan termasuk di antaranya.

Kampanye stop kekerasan terus digencarkan. Tujuannya mendorong aksi nyata dari masyarakat.

Menurut laporan dari KOMPAS, Gubernur NTT menyebut situasi ini darurat. Kekerasan dianggap mengkhawatirkan banyak pihak.

Lebih dari 70 persen narapidana di Lapas Kupang adalah pelaku kekerasan. Kasusnya meliputi KDRT dan pelecehan seksual.

“Kasus-kasus tersebut meliputi pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga,” kata Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena.

Pemerintah NTT menangani kasus ini dengan serius. Upaya dilakukan untuk menekan dampak buruk.

Ruth menegaskan perlunya edukasi masyarakat. Kesadaran kolektif diharapkan kurangi angka kekerasan.