GELUMPAI.ID — Keluarga Kim Sae Ron menggelar konferensi pers baru. Mereka menyoroti tuduhan terhadap Kim Soo Hyun.
Konferensi pers berlangsung 7 Mei 2025 di Seoul. Pengacara Bu Ji Seok dan kepala HoverLab Inc., Kim Se Eui, hadir.
Kim Sae Ron berbicara dengan whistleblower di New Jersey sebulan sebelum meninggal. Percakapan selama satu setengah jam itu terekam dengan izinnya.
Dalam rekaman, Kim Sae Ron mengaku berpacaran dengan Kim Soo Hyun sejak SMP. Mereka putus saat ia kuliah.
“Saya pacaran dengan Soo Hyun oppa. Kalian mungkin bilang saya gila, tapi kami pacaran sejak saya SMP, dan putus setelah saya kuliah,” katanya.
“Ia dan orang-orang GOLDMEDALIST sangat menakutkan dan akan melakukan apa saja,” ujar Kim Sae Ron. Ia merasa dimanfaatkan sejak remaja!
Kim Sae Ron mengungkap pengalaman pahit. Ia menerima foto tak pantas dari Kim Soo Hyun.
“Dia kirim foto saat ‘melakukannya’ dengan orang lain. Ia bilang idol yang tidur dengannya berbau miyeok, jadi disimpan sebagai ‘miyeok’ di ponselnya,” ungkapnya.
“Pertama kali dengan dia saat libur musim dingin tahun kedua SMP. Sekarang saya sadar, itu dilakukan kepadaku,” katanya.
“Sedikit yang tahu saya pacaran dengannya saat SMP. Semua bertanya kenapa saya diam saja,” tambah Kim Sae Ron.
Whistleblower diserang pada 30 April di AS. Ia ditusuk leher sembilan kali oleh dua pelaku.
Mengutip laman Soompi, keluarga mengajukan gugatan. Mereka tuduh Kim Soo Hyun melanggar Undang-Undang Kesejahteraan Anak.
Bu Ji Seok menyampaikan pernyataan resmi. Berikut pernyataan lengkapnya:
“Ini Bu Ji Seok, pengacara dari firma hukum BUYOU, mewakili keluarga almarhum Kim Sae Ron. Kami sebelumnya menggelar konferensi pers pada 27 Maret. Tujuannya untuk menghentikan kontroversi dengan bukti bahwa Kim Sae Ron dan Kim Soo Hyun berpacaran saat ia minor. Keluarga menginginkan permintaan maaf dari Kim Soo Hyun, namun yang didapat adalah gugatan dan tuntutan pidana sebesar 12 miliar won (sekitar $8,6 juta), serta konferensi pers dari Kim Soo Hyun yang terus membantah pernah berpacaran dengan Kim Sae Ron saat ia minor dan menyatakan akan membuktikan kebenaran melalui investigasi resmi. Sebagai respons, keluarga sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan, menyediakan semua materi yang diminta otoritas,” katanya.
“Namun, bertentangan dengan pernyataannya, Kim Soo Hyun berulang kali mengklaim bukti itu dipalsukan. YouTuber seperti Lee Jin Ho juga membuat klaim serupa tanpa dasar jelas. Kim Soo Hyun juga mengajukan banyak gugatan terhadap keluarga. Meski begitu, keluarga tetap tidak merespons, percaya kebenaran akan terungkap melalui penyelidikan,” lanjutnya.
“Seorang whistleblower yang membantu keluarga baru-baru ini ditawari beberapa miliar won untuk membeli bukti penting. Saat menolak, ia mendapat ancaman serius terhadap keselamatannya. Karena situasi mendesak ini, kami menggelar konferensi pers lagi,” ujarnya.
“Keluarga mengajukan gugatan pidana terhadap Kim Soo Hyun atas pelanggaran Undang-Undang Kesejahteraan Anak dan tuduhan palsu. Pasal 17, Ayat 2 Undang-Undang Kesejahteraan Anak menghukum mereka yang memaksa anak melakukan tindakan cabul, memediasi tindakan tersebut, atau melakukan pelecehan seksual terhadap anak. Keluarga memastikan Kim Soo Hyun memaksa Kim Sae Ron, saat masih minor di tahun kedua SMP selama libur musim dingin, untuk melakukan tindakan cabul dan melecehkannya, sehingga mengajukan gugatan,” tegasnya.
“Kim Soo Hyun berpacaran dengan Kim Sae Ron saat ia minor. Namun, ia menggugat keluarga atas penyebaran informasi palsu meski keluarga menyatakan kebenaran. Karena itu, keluarga menggugat Kim Soo Hyun atas tuduhan palsu,” tambahnya.
“Kami juga meminta penyelidikan dari Kepolisian Metropolitan Seoul. Whistleblower diserang dengan senjata dan berada dalam situasi mengancam nyawa. Penyelidikan mengungkap pelaku adalah Joseonjok yang baru masuk AS, dan orang yang membawa pelaku juga warga Korea yang baru masuk AS. Kami meminta penyelidikan identitas warga Korea tersebut dan keadaan serangan itu,” pintanya.
“Ada laporan kendaraan mencurigakan yang diduga menguntit di dekat rumah tante Kim Sae Ron. Kami memohon perlindungan polisi untuk keluarga dan CEO Kim Se Eui,” tutup Bu Ji Seok!
Kasus ini terus memicu kontroversi. Penyelidikan resmi masih berlangsung.

