Bisnis & Ekonomi
Beranda » Bisnis & Ekonomi » Kemenkum Gandeng CISAC, Bahas Reformasi Sistem Royalti dan AI

Kemenkum Gandeng CISAC, Bahas Reformasi Sistem Royalti dan AI

“Protokol Jakarta adalah suara bagi keadilan kreator dunia, terutama dari negara berkembang. Indonesia ingin memastikan aturan internasional tidak hanya menguntungkan negara maju dan platform global,” tegasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Kemenkum dan CISAC untuk memperkuat sistem royalti yang transparan, modern, dan berintegritas, serta mendorong karya kreatif Indonesia agar semakin dikenal di kancah dunia.

“Kita sedang membangun ekosistem kreatif yang berkeadilan, kredibel, dan berkelas dunia. Transparansi bukan pilihan, itu fondasi,” tandas Supratman.

Sementara itu, Benjamin Ng mengatakan bahwa Indonesia memiliki posisi penting di kawasan ASEAN dengan potensi besar di dunia seni.

Mewakili Presiden CISAC, ia menyampaikan komitmen CISAC untuk mendukung Indonesia dalam membangun ekosistem musik dan digital yang kuat.

“CISAC hadir untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik agar dapat menjadi pertimbangan bagi Kementerian Hukum,” ujar Benjamin.

Ia menambahkan, salah satu agenda utama CISAC di Indonesia adalah membawa musik Indonesia ke level global.

“Indonesia memiliki banyak talenta luar biasa. Kami siap bekerja sama untuk memperkuat ekosistem musik dan digital Indonesia, dan tidak ada hambatan dalam menjalin kerja sama dengan Pemerintah Indonesia maupun LMK,” ucapnya.

Benjamin juga menyoroti pentingnya penguatan legislasi hak cipta, termasuk resell rights, agar Indonesia bisa menjadi IP Hub di kawasan Asia.

Selain itu, isu Artificial Intelligence (AI) dan teknologi disebut sebagai hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam revisi Undang-Undang Hak Cipta.

“Isu AI dan teknologi jangan sampai diabaikan,” tandasnya.

Laman: 1 2