GELUMPAI.ID – Sobat Getizen, Bank Dunia baru menyebut bahwa nilai tukar rupiah Indonesia masih tergolong stabil meskipun dunia sedang dilanda gejolak ekonomi dan ketidakpastian global.
Menurut Lead Country Economist di Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, David Knight, stabilitas rupiah ini tidak lepas dari dua faktor utama.
Pertama, kebijakan moneter yang responsif dari Bank Indonesia (BI) serta fundamental ekonomi makro yang kuat.
“Arus dana keluar (capital outflow) bisa dihadapi dengan kebijakan moneter, dan ini mencerminkan fundamental makro Indonesia yang kuat,” ujarnya.
Kedua, meski banyak negara berkembang menghadapi tekanan besar akibat perang dagang dan ketegangan geopolitik, yang biasanya memicu gelombang keluar dana asing, Indonesia dinilai lebih tangguh karena kondisi eksternal yang memaksa pemantauan kebijakan secara global dan kondisi internal yang relatif lebih stabil.
Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp16.700-an per dolar AS dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dinilai sebagai prestasi karena banyak mata uang berkembang lainnya mengalami tekanan lebih berat.
Meski begitu, ‘stabil’ di sini bukan berarti bebas risiko. Indonesia tetap dihadapkan pada arus modal keluar dan ketidakpastian global yang bisa sewaktu-waktu menekan.
Namun kepentingan kebijakan dan kesiapan bank sentral memberikan ruang manuver yang lebih besar.
Kenapa rupiah bisa tetap stabil?
- Kebijakan moneter BI yang cepat merespons perubahan kondisi eksternal.
- Fundamental makro Indonesia yang dianggap cukup solid, termasuk inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan.
- Ketegangan global dan perang dagang yang membuat arus modal ke negara berkembang tidak seperti tahun-tahun normal, sehingga persaingan untuk penarikan dana menjadi sedikit lebih merata.

