GELUMPAI.ID – Kep1er bersiap menyapa penggemar dengan comeback terbaru mereka lewat mini album ke-7 bertajuk BUBBLE GUM.
Di tengah persiapan itu, salah satu member, Xiaoting, membagikan perasaan sekaligus tekad barunya usai resmi mengakhiri kontrak dengan agensi Tiongkok yang sempat menaunginya.
Grup yang terbentuk dari program survival Girls Planet 999, Girls’ War ini awalnya direncanakan beraktivitas selama 2 tahun 6 bulan.
Namun tahun lalu, tujuh member, kecuali Kang Yeseo dan Mashiro, memutuskan memperpanjang kontrak.
Keputusan itu menjadikan Kep1er sebagai proyek grup pertama yang sukses melakukan perpanjangan kontrak.
Pasca perpanjangan, mereka sempat merilis mini album ke-6 TIPI-TAP.
Sayangnya, Xiaoting tidak bisa sepenuhnya ikut jadwal promosi di Desember lantaran masih terikat kontrak dengan agensi Tiongkok, Top Class Entertainment.
Ia pun harus bolak-balik memenuhi aktivitas di kedua negara. Namun, sejak awal tahun kontraknya resmi berakhir, Xiaoting kini bisa fokus penuh pada Kep1er.
Dalam wawancara jelang comeback, Xiaoting mengaku hatinya tetap sama.
“Kontrak di Tiongkok sudah selesai, tapi niat dan semangatku tidak berubah. Aku selalu berusaha menampilkan yang terbaik untuk fans dan para member. Aku juga akan terus melakukan itu dalam comeback kali ini,” ujarnya.
Soal lelah dan burnout, ia tidak menampik pernah mengalaminya.
“Tentu ada momen berat. Tapi begitu aku berdiri di atas panggung, semuanya terasa hilang. Saat menerima cinta dari fans dan melihat penampilanku sendiri, itu jadi kekuatan untuk terus bertahan. Itu yang membuatku bisa sampai sejauh ini,” kata Xiaoting.
Yang menarik, kini Xiaoting tidak lagi hanya sebagai peserta kompetisi, melainkan duduk di posisi master dalam acara Boys Planet 2.
Ia mengaku posisi barunya memberi rasa tanggung jawab besar.
“Empat tahun lalu aku juga peserta, jadi aku tahu betul bagaimana rasanya. Satu kata dari juri bisa menjatuhkan atau justru membangkitkan semangat peserta. Karena itu aku sangat berhati-hati,” ucapnya.
Member lain pun ikut memberikan pandangan mereka soal program tersebut.

