GELUMPAI.ID — Kepala Shin Bet Ronen Bar mengungkap alasan sebenarnya PM Israel Benjamin Netanyahu ingin memecatnya. Dalam dokumen pengadilan, Bar menyebut Netanyahu memintanya memata-matai demonstran dan mengganggu sidang korupsi perdana menteri.
Dikutip dari Middle East Monitor, Bar menyampaikan pengakuannya ke Mahkamah Agung Israel melalui affidavit. Dia menegaskan pemecatannya pada Maret lalu murni karena menolak permintaan tidak etis Netanyahu.
“Pemecatan ini bukan alasan profesional, tapi karena saya tidak mau menunjukkan loyalitas buta,” tulis Bar dalam dokumen tersebut. Kantor Netanyahu membantah keras isi affidavit itu, menyebutnya “penuh kebohongan”.
Upaya pemecatan Bar sebelumnya memicu protes besar di Israel. Mahkamah Agung akhirnya menghentikan sementara proses pemecatan setelah aktivis dan politisi oposisi menilai langkah itu melanggar hukum.
Bar mengungkap serangkaian insiden antara November 2024-Februari 2025 yang memicu kemarahan Netanyahu. Termasuk investigasi Shin Bet tentang kebocoran dokumen rahasia militer dan dugaan hubungan antara staf Netanyahu dengan Qatar.
Kepala intelijen itu juga menolak permintaan Netanyahu untuk menghentikan testimoni berkelanjutan dalam sidang korupsinya. Dia pun menolak perintah memata-matai demonstran anti-pemerintah.
Netanyahu beralasan kehilangan kepercayaan pada Bar karena gagal mencegah serangan 7 Oktober 2023.
“Kegagalan ini saja sudah cukup untuk memecatnya,” kata kantor perdana menteri.
Bar sendiri telah mengakui kegagalan Shin Bet dalam peristiwa 7 Oktober. Dia berjanji akan mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir.
Kasus ini semakin memperdalam krisis politik di Israel. Oposisi menuduh Netanyahu merusak institusi negara dan membahayakan demokrasi.
Sementara pendukungnya menuduh Bar menjadikan Shin Bet sebagai “milisi pribadi Deep State”.
Pemerintah Israel tetap mendukung penuh Netanyahu. Mereka membantah tuduhan bahwa pemecatan Bar terkait investigasi “Qatargate” tentang hubungan finansial staf Netanyahu dengan Qatar.

