News
Beranda » News » Kesehatan Jiwa Jadi Prioritas, Berikut Strategi Dinkes Kota Serang

Kesehatan Jiwa Jadi Prioritas, Berikut Strategi Dinkes Kota Serang

GELUMPAI.ID – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), memiliki sederet program dan strategi digelar untuk menangani persoalan ini secara menyeluruh persoalan kesehatan jiwa, mulai dari pencegahan, pengobatan, hingga rehabilitasi.

Sekretaris Dinkes Kota Serang, dr. Teja Ratri, menjelaskan bahwa pendekatan penanganan kesehatan jiwa berlandaskan pada empat pilar utama, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

“Kalau untuk di tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, itu ada program preventif, promotif, rehabilitatif, dan juga kuratifnya,” ujarnya pada Kamis, 31 Juli 2025.

Bukan hanya fokus pada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, Dinkes juga memberi perhatian khusus terhadap kalangan usia produktif seperti pelajar dan mahasiswa.

“Kasus-kasus kecemasan, ansietas, itu angkanya cukup tinggi. Kami juga telah mengadakan skrining di universitas-universitas untuk mendeteksi masalah kesehatan jiwa sejak dini,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk pasien ODGJ berat yang sudah kembali ke masyarakat, pemantauan rutin dilakukan oleh petugas kesehatan Puskesmas.

Kabar baiknya, kini RSUD Kota Serang sudah memiliki psikiater, yang diharapkan bisa mempercepat proses rujukan dan penanganan kasus berat.

“Tentunya ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses rujukan. Rencana kami juga untuk melakukan konsolidasi layanan, baik rawat jalan yang sudah tersedia maupun persiapan rawat inap,” jelasnya.

Terkait penyebab gangguan jiwa berat, dr. Teja menyebutkan bahwa faktor genetik kerap menjadi pemicu utama, ditambah tekanan mental yang berbeda pada tiap individu.

Agar sistem penanganan lebih solid, Dinkes kini juga tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah rumah sakit jiwa.

“Kami berencana membuat MoU dengan Rumah Sakit Jiwa di Bogor dan di Jakarta. Ini sudah dalam tahap penjajakan,” ungkapnya.

Masalah stres, termasuk akibat judi online, juga masuk dalam cakupan program ini.

“Jika kesehatan jiwa belum memerlukan pengobatan, maka penanganan dilakukan oleh psikolog klinis. Namun bila sudah membutuhkan pengobatan, maka ditangani oleh psikiater,” katanya.

Laman: 1 2