Minggu ini, Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa China meluncurkan penempatan angkatan laut regional terbesar dalam beberapa dekade, menyusul perjalanan Presiden Lai yang membuat pemberhentian tidak resmi di Hawaii dan Guam, yang memicu kemarahan Beijing.
Strategi Ambiguitas dan Perubahan Sikap Trump
Trump terkenal dengan kebijakan “strategic ambiguity” terkait Taiwan, yang berbeda dengan pendekatan lebih tegas dari Presiden Joe Biden. Biden telah beberapa kali menyatakan bahwa AS bersedia untuk campur tangan secara militer jika China menyerang Taiwan, meskipun kemudian pernyataannya biasanya diluruskan oleh Gedung Putih.
Namun, Trump mengambil sikap yang lebih ekstrem. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Trump mengatakan bahwa jika China memblokade Taiwan, dia tidak akan menggunakan kekuatan militer karena Xi Jinping menghormatinya dan tahu bahwa Trump “gila.” Sebagai gantinya, Trump mengancam akan memberlakukan tarif 150%-200% pada Beijing.
Pada sebuah episode podcast “The Joe Rogan Experience,” Trump bahkan mengatakan bahwa Taiwan tidak membayar AS untuk perlindungannya, membandingkannya dengan cara mafia yang membuat orang membayar uang perlindungan.
Keamanan Ekonomi Taiwan dan Tantangan Chip
Taiwan memang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat dalam hal pasokan senjata dan perlindungan. Namun, salah satu sektor vital bagi ekonomi Taiwan adalah industri chip semikonduktor, yang menjadi sumber kekhawatiran baru. Trump beberapa kali menuduh Taiwan telah “mencuri” bisnis chip AS dan bahkan menyarankan untuk memberlakukan tarif pada ekspor chip kritis Taiwan, yang digunakan dalam berbagai teknologi modern, dari ponsel hingga aplikasi kecerdasan buatan.
Meskipun banyak ahli menganggap tuduhan Trump tidak berdasar, dengan Taiwan yang membangun industri semikonduktornya secara mandiri, komentar tersebut menambah kekhawatiran bahwa Taiwan mungkin harus memindahkan sebagian rantai pasokan chip kritisnya ke AS lebih cepat.
Kristy Hsu, direktur Taiwan ASEAN Studies Center di Chung-hua Institution for Economic Research, mengatakan bahwa meskipun tarif pada ekspor chip Taiwan tidak akan berdampak besar, perubahan kebijakan terkait bisa mempengaruhi industri tersebut secara signifikan.

