Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Kevin De Bruyne Pamit dari Etihad, Patung Akan Abadikan Namanya di Manchester City

Kevin De Bruyne Pamit dari Etihad, Patung Akan Abadikan Namanya di Manchester City

Kevin De Bruyne secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar Manchester City di Etihad Stadium pada Rabu (21/5) dini hari WIB. (cr/x.com)

GELUMPAI.ID – Kevin De Bruyne secara resmi mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar Manchester City di Etihad Stadium pada Rabu (21/5) dini hari WIB. Momen perpisahan yang sangat emosional itu membuat pelatih Pep Guardiola meneteskan air mata, setelah dikonfirmasi bahwa sebuah patung akan dibangun untuk menghormati sang gelandang asal Belgia tersebut di markas klub.

De Bruyne memainkan pertandingan terakhirnya di Etihad saat City meraih kemenangan 3-1 atas Bournemouth. Ia bermain selama 70 menit, menandai akhir dari satu dekade pengabdiannya bersama The Citizens. Saat ditarik keluar lapangan, pemain berusia 33 tahun itu disambut dengan sambutan pahlawan dan sorakan nama dari puluhan ribu penggemar yang berdiri. Momen itu terjadi setelah Pep Guardiola melakukan pergantian pemain menyusul kartu merah yang diterima Mateo Kovacic.

Meskipun gagal mencetak gol impian di laga perpisahan setelah melewatkan peluang di babak pertama, De Bruyne tetap menjadi pusat perhatian. Usai pertandingan, ia berjalan keluar lapangan bersama istri dan ketiga anaknya, disambut oleh para penggemar yang tetap bertahan untuk mengucapkan selamat tinggal. Sebuah tayangan video tribut dari berbagai pihak klub yang diputar di layar lebar menambah suasana haru, membuat Pep Guardiola tak kuasa menahan tangis.

De Bruyne kemudian tampil di tengah lapangan dan menyampaikan pidato perpisahan. “Manchester adalah rumah, tempat anak-anak saya lahir. Saya datang ke sini dengan istri saya untuk tinggal dalam waktu yang lama, tidak menyangka akan menjadi sepuluh tahun, untuk melakukan apa yang telah kami lakukan sebagai klub,” ujarnya. “Kami telah memenangkan segalanya, kami membuat klub ini lebih besar dan sekarang mereka akan mengambil alih,” tambahnya.

“Saya ingin bermain dengan kreativitas, dengan semangat, saya ingin menikmati sepak bola dan saya berharap semua orang menikmatinya,” lanjutnya.

“Semua orang dari dalam dan luar klub membuat saya jauh lebih baik dari sebelumnya. Suatu kehormatan bisa bermain dengan orang-orang ini. Saya telah mendapatkan teman seumur hidup, saya pasti akan kembali,” ujarnya.

“Anda hanya ingin tampil baik dan menang, dan ketika Anda menang, Anda ingin menang lebih banyak. Kami telah mengadakan enam parade yang luar biasa, menyaksikan segalanya dan semua momen bersama rekan-rekan setim ini. Sungguh menyenangkan,” tuturnya.

Kepada para penggemar, De Bruyne mengucapkan terima kasih, “Mereka sangat menyambut sejak awal, dan kini stadion penuh mendukung keluarga saya dan saya. Siapa yang bisa membuat 50.000 orang menunggu untuk mengucapkan selamat tinggal – itu tak terlukiskan. Terima kasih banyak,” ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang patung yang akan dibuat untuk menghormatinya, De Bruyne menjawab, “Itu berarti saya akan selalu menjadi bagian dari klub ini dan saya akan mewakili bagian kecil. Kapan pun saya kembali, saya akan bisa melihat diri saya berdiri di sana, jadi saya akan selalu ada di sini,” tandasnya.

De Bruyne telah dikonfirmasi akan meninggalkan Manchester City pada April lalu setelah kontraknya berakhir. Ia bergabung dari Wolfsburg pada 2015 dengan biaya rekor klub saat itu dan telah menjadi salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah City. Gelandang Belgia ini telah meraih enam gelar Premier League selama di Etihad dan mengangkat trofi Liga Champions pada 2023. Kontribusi individunya membuatnya meraih banyak penghargaan, termasuk dua kali PFA Player of the Year secara berturut-turut.

Langkah selanjutnya De Bruyne kini menjadi sorotan, dengan sang gelandang belum menutup kemungkinan untuk tetap bermain di Eropa atau bahkan Premier League.