GELUMPAI.ID — Legenda MotoGP, Kevin Schwantz, mengejutkan dengan menyebut kejuaraan ini kurang menghibur. Ia bandingkan dengan balapan World Superbike yang lebih seru.
Schwantz, juara dunia 1993, rutin hadiri MotoGP. Ia baru saja datang ke putaran Texas.
Namun, ia lebih terkesan dengan WorldSBK di Cremona. “Superbike selalu tawarkan balapan bagus,” ujarnya.
Schwantz kritik MotoGP saat ini. “MotoGP jadi agak membosankan, jadi saya ke sini lihat balapan,” katanya.
Ia yakin pembalap top WorldSBK bisa bersaing di MotoGP. “Mereka bisa langsung adaptasi,” tegasnya.
Elektronik di Superbike berbeda dengan MotoGP. “Tapi Toprak dan Nicolo bisa langsung kompetitif,” ungkapnya.
Menurut laporan dari CRASH, Toprak Razgatlioglu jadi sorotan. Juara WorldSBK ini incar MotoGP 2026.
Toprak sudah terbiasa dengan ban Pirelli. MotoGP akan pakai Pirelli mulai 2027.
Gaya balap Toprak sangat atraktif. Ia bakal jadi magnet jika gabung MotoGP.
“Saya rasa saya punya bakat,” kata Schwantz.
Namun, ia kagumi Toprak. “Cara dia kontrol motor sangat luar biasa,” pujinya.
Nicolo Bulega lebih kalem. “Tapi keduanya di level teratas saat ini,” tuturnya.
Toprak unggul dengan aksi stoppies. Kemampuan ini tunjukkan talenta besarnya.
Schwantz akui keterbatasannya dulu. “Saya bisa balapan, tapi Toprak punya skill lebih,” candanya.
MotoGP perlu perubahan agar lebih seru. Kritik Schwantz jadi perhatian penggemar.
WorldSBK kini curi perhatian. Toprak dan Bulega jadi bintang masa depan.

