GELUMPAI.ID — Setelah tiga tahun menghilang dari sorotan publik, mantan anggota LE SSERAFIM, Kim Garam, kembali diperbincangkan.
Namanya muncul dalam salah satu episode variety show Free Doctor yang tayang di tvN.
Acara itu membahas isu perundungan di dunia hiburan Korea, termasuk kasus yang sempat menyeret Garam.
Garam resmi keluar dari LE SSERAFIM hanya 18 hari setelah debut karena tuduhan bullying semasa sekolah.
Isu tersebut sempat viral, setelah seorang netizen menuding bahwa Garam dan teman-temannya melakukan kekerasan verbal serta merundung siswa lain lewat media sosial.
Dilansir dari JoongAng Ilbo, tuduhan itu muncul sehari setelah debut LE SSERAFIM.
HYBE sempat membantah semua tuduhan.
“Mereka adalah rumor jahat dan tidak benar. Kami telah memverifikasi bahwa Kim Garam justru korban perundungan berdasarkan kesaksian pihak ketiga,” ungkap pernyataan agensi.
Namun, kontroversi makin panas saat seorang teman sekolah Garam mengunggah foto lamanya pada 2 Mei, bertepatan dengan hari debut Garam.
Dalam foto itu, Garam terlihat membuat gestur tak pantas di depan papan bertuliskan kalimat vulgar.
Mengutip laman KoreaBoo, salah satu reporter acara menegaskan bahwa foto itu tak bisa jadi bukti perundungan.
“Bukan berarti dia memaksa orang lain menggambar itu atau mengejek siapa pun, jadi ini tidak relevan dengan tuduhan bullying,” ucapnya.
Tak lama setelah itu, muncul unggahan lain yang menyebut bahwa Garam justru membela temannya yang fotonya disebarkan tanpa izin.
Netizen itu membantah Garam pernah melakukan bullying.
Namun, sebuah dokumen resmi dari komite anti-bullying sekolah justru menyatakan nama Kim Garam sebagai pelaku.
Ia dijatuhi hukuman tingkat lima, yang berarti wajib mengikuti konseling dan catatan pelanggarannya tersimpan selama dua tahun setelah lulus.
Setelah dokumen itu tersebar, Garam hengkang dari grup dan menghilang dari dunia hiburan.
Menurut laporan dari Free Doctor, Garam kini menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.
Ia diketahui melanjutkan sekolah di SOPA (School of Performing Arts Seoul) dan lulus pada Februari 2024.

