Entertainment
Beranda » Entertainment » Kim Gukheon Kritik Mnet: “Jangan Permainkan Orang-Orang yang Tulus!”

Kim Gukheon Kritik Mnet: “Jangan Permainkan Orang-Orang yang Tulus!”

GELUMPAI.ID – Dunia survival show Korea lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, giliran Kim Gukheon, jebolan Produce X 101, yang angkat suara lantang menyoroti cara kerja tim produksi Mnet.

Lewat unggahan pedas di media sosial, Gukheon tak ragu menyindir Mnet yang dinilainya “mempermainkan mimpi orang-orang yang tulus.”

Pada 27 Juli, Kim Gukheon mengunggah video penampilan Lee Hyeop, rekan satu angkatannya di Produce X 101, yang tampil luar biasa membawakan lagu “Be Mine” milik INFINITE di program Boys Planet.

Dalam caption-nya, Gukheon menulis,

“Jangan mempermainkan hati orang yang tulus. Kalian nggak tahu seperti apa kerasnya mereka berlatih setiap hari.”

Ucapan itu seolah menampar keras pihak Mnet, terutama setelah Lee Hyeop yang tampil memukau dengan vokal tinggi dan koreografi mulus justru mendapat status “no star” dan harus tersingkir.

Tak ayal, video itu langsung viral, dan publik pun ikut mempertanyakan proses penilaian ajang tersebut.

Trauma Lama, Luka Lama

Bukan tanpa alasan Gukheon bereaksi keras. Ia sendiri pernah jadi korban manipulasi voting Produce X 101 pada tahun 2019.

Saat itu, ia tersingkir di babak ke-3 secara mendadak, dan belakangan diketahui bahwa posisinya seharusnya berada di jalur debut.

Kejadian itu membuat Gukheon mengalami masa-masa kelam dalam hidupnya.

Dalam program Baek Jong Won’s Les Miserables, ia pernah mengaku,

“Aku pernah membuka pintu mobil dan hendak meloncat dari jalan tol… Waktu itu pikiranku benar-benar gelap.”

Cerita ini menjadi pengingat pahit betapa fatal dampak dari industri hiburan yang tak adil bisa bagi mental seseorang.

Sistem yang Terus Dipertanyakan

Kritik Gukheon juga seakan mengangkat kembali keraguan lama publik terhadap integritas acara-acara survival show produksi Mnet.

Dari Produce 101 hingga Boys Planet, tak sedikit peserta bertalenta tinggi yang justru tersingkir tanpa alasan yang jelas.

Apakah sistem “star” benar-benar mencerminkan kemampuan peserta? Ataukah hanya jadi gimik yang menyingkirkan peserta sesuai kebutuhan produksi?

Laman: 1 2