Eka juga mengungkapkan bahwa Rahmat sempat menyembunyikan kabar duka dari rekan-rekannya agar tak mengganggu konsentrasi menjelang upacara.
Baru saat malam renungan suci ia menceritakan hal itu.
“Setelah ayahnya meninggal, kami beri pilihan apakah ingin berhenti atau lanjut. Dia tetap memilih maju dan tidak bilang ke teman-temannya karena takut ganggu konsentrasi yang lain. Setangguh itu anaknya memang,” ceritanya.

