GELUMPAI.ID – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) 2025 terus melanjutkan kontribusinya di Desa Kalanganyar, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.
Kali ini, mereka hadir lewat kegiatan sosialisasi edukasi kesehatan yang digelar di Posyandu setempat pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama remaja putri, ibu hamil, dan ibu dengan balita, tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Acara menghadirkan pemateri dari Fakultas Sains Farmasi dan Kesehatan (FSFK) UNMA Banten, yakni apt. Dhyneu Dwi Jayantie.
Dalam penyampaiannya, ia membawakan dua materi penting yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat yaitu tentang pentingnya tablet tambah darah (TTD/Fe) bagi Remaja Putri.
Menurutnya, remaja putri rentan mengalami anemia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat, terutama menjelang masa reproduksi.
“Dengan rutin mengonsumsi tablet tambah darah, risiko anemia bisa ditekan sehingga konsentrasi belajar meningkat dan kesehatan reproduksi tetap terjaga di masa depan,” ujarnya.
Selain itu, Dhyneu juga membekali masyarakat berkaitan dengan pemahaman tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang Obat dengan benar) serta BUD (Baca, Ukur, Dosis).
“Edukasi ini menekankan bagaimana cara mendapatkan obat dengan tepat, menggunakan sesuai aturan, menyimpannya agar tetap berkualitas, hingga membuang obat yang sudah tidak layak konsumsi supaya tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti 46 peserta yang berasal dari kalangan remaja putri, ibu hamil, hingga ibu dengan balita.
Berlangsung interaktif, para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya serta berbagi pengalaman.
Banyak yang mengaku mendapatkan wawasan baru tentang anemia dan cara bijak mengelola obat.
Untuk menambah semangat, panitia juga menyiapkan doorprize bagi peserta dengan nilai tertinggi dalam pretest dan posttest, serta bagi yang paling aktif dalam sesi tanya jawab.
Hadiah ini membuat suasana semakin hidup, penuh semangat, dan menumbuhkan rasa kebersamaan antara pemateri dengan masyarakat.

