Semua itu juga tercermin pada musiknya, bass dan kick berat menciptakan kesan kejar-kejaran penuh ketegangan, sementara lapisan synth pad menghadirkan nuansa neon misterius.
Lagu-lagu lain pun mendukung konsep ini: No Way! memadukan R&B dan house minimalis untuk menggambarkan kekacauan batin, sedangkan GLAM menggunakan sentuhan retro pop dance untuk menyiratkan kehampaan di balik gemerlap.
Key mengaku, “Saya ingin terlihat aneh.” Sebuah pilihan strategis di pasar K-pop yang jenuh, di mana menjadi unik sering kali lebih bernilai daripada bermain aman.
Kolaborasi Virtual dan Referensi Sinema
Salah satu langkah segar di HUNTER adalah menghadirkan Eunho dari grup virtual PLAVE sebagai featuring. Kolaborasi ini membuktikan kepekaan Key terhadap tren baru dan teknologi.
Bahkan, video musik HUNTER terinspirasi film The Substance, memanfaatkan narasi body horror untuk menggambarkan konflik batin antara Key dan alter egonya, “sang pemburu”.
Kisahnya membentuk metafora: perjuangan seorang artis untuk terus memperbarui diri agar bertahan di industri.
Ini juga menjadi simbol obsesi, hubungan rumit, dan “kenikmatan dalam penderitaan” yang ia ceritakan di balik liriknya.
Evolusi Persona dan Spektrum Musik
Key telah menunjukkan berbagai sisi dirinya: FACE (misterius dan dreamy), Gasoline (kuat dan energik), dan kini HUNTER (gelap dan misterius).
Tiap album menjadi bukti kemampuan Key meresapi konsep berbeda dan memperluas spektrum musikalnya.
Tiga tahun setelah album terakhirnya, HUNTER hadir dengan 10 lagu lintas genre yang tetap membentuk dunia konsisten ketika disaring melalui “platform” bernama Key.
Album ini menegaskan bahwa bahkan di tahun ke-17 kariernya, Key masih memilih ketidakpastian dibanding kenyamanan dan itulah senjata terbesarnya di pasar K-pop yang padat.

