News
Beranda » News » Konflik Pencalonan PPP Korea Memanas, Kim Moon-soo Tolak Penggabungan

Konflik Pencalonan PPP Korea Memanas, Kim Moon-soo Tolak Penggabungan

GELUMPAI.ID — Konflik internal Partai Kekuatan Rakyat (PPP) Korea Selatan mencapai puncak. Kandidat presiden Kim Moon-soo menolak tekanan partai untuk menggabungkan pencalonan dengan mantan Perdana Menteri Han Duck-soo.

Kim menyebut desakan penggabungan sebagai “pemaksaan”. Ia menegaskan posisinya sebagai kandidat resmi PPP.

“Saya minta pimpinan partai menghentikan upaya memaksa penggabungan dan mengganti saya, kandidat presiden sah,” ujar Kim dalam konferensi pers pagi hari.

Ia mengusulkan kampanye terpisah selama seminggu dengan Han, diikuti debat televisi pada 14 Mei. Survei opini publik pada 15-16 Mei akan menentukan kandidat tunggal.

Usulan Kim bertentangan dengan rencana PPP dan Han. Mereka ingin kandidat tunggal sebelum batas pendaftaran pada Minggu.

Menurut laporan dari Korea Times, Kim dan Han bertemu Rabu malam. Namun, tidak ada kemajuan soal penggabungan kandidat.

Pimpinan PPP, Kwon Young-se, bersikeras melanjutkan survei pada Jumat dan Sabtu meski Kim menolak. Ia menyebut penggabungan harus selesai sebelum Minggu.

“Usulan Kim untuk kampanye seminggu tidak realistis karena Han tidak akan mendaftar jika tidak ada kesepakatan sebelum Minggu,” kata Kwon.

Ketua Fraksi PPP, Kweon Seong-dong, menyebut sikap Kim sebagai “upaya menyedihkan mempertahankan pencalonan kecil”.

“Penggabungan kandidat adalah mandat serius dari anggota partai dan rakyat. Menolak hanya karena dinominasikan adalah sikap tidak pantas,” ujar Kweon.

Han menegaskan penggabungan harus terjadi sebelum batas pendaftaran. Ia menolak usulan kampanye seminggu dari Kim.

“Melanggar janji penggabungan adalah ketidaksopanan serius, tindakan tak termaafkan bagi mereka yang peduli pada bangsa, ekonomi, dan rakyat,” kata Han di Gumi.

Juru bicara Han, Lee Jeong-hyun, menambahkan, “Kita harus maksimal sesuai jadwal pemilu, tidak ada alasan menunda hingga pekan depan.”

Kim dan Han kembali bertemu di Gedung Parlemen pada Kamis. Pertemuan selama satu jam itu hanya mempertegas perbedaan mereka soal waktu penggabungan.