Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Konflik Rusia-Ukraina Bikin PSG Panas, Zabarnyi Minta Safonov Out Meski Tak Digubris Klub

Konflik Rusia-Ukraina Bikin PSG Panas, Zabarnyi Minta Safonov Out Meski Tak Digubris Klub

GELUMPAI.ID – Paris Saint-Germain (PSG) tengah menghadapi situasi rumit di ruang ganti, menyusul hadirnya dua pemain dengan latar belakang berbeda di tengah konflik Rusia-Ukraina: Illia Zabarnyi dari Ukraina dan Matvey Safonov asal Rusia.

Zabarnyi, yang baru didatangkan dari Bournemouth dengan mahar £57 juta, secara terbuka menyatakan dukungan terhadap isolasi sepak bola Rusia.

“Di negara saya, perang skala penuh telah berlangsung selama empat tahun. Rusia adalah agresor yang berusaha sia-sia menghancurkan kebebasan dan kemerdekaan Ukraina. Saya tidak menjalin hubungan pribadi dengan orang Rusia,” ujar Zabarnyi dalam wawancara dengan Football360, dikutip dari Goal.

Soal hubungannya dengan Safonov, ia menegaskan:

“Saya harus berinteraksi dengannya secara profesional saat latihan dan memenuhi kewajiban untuk klub. Tapi selama perang terus berlanjut, saya sepenuhnya mendukung isolasi sepak bola Rusia di dunia.”

Safonov sendiri, kiper berusia 26 tahun yang bergabung dari Krasnodar pada 2024, enggan menanggapi komentar tersebut.

Saat ditanya Sport Express, ia hanya berkata singkat: “Saya tidak mau (memberikan tanggapan).”

Safonov termasuk salah satu dari tiga pemain timnas Rusia yang bermain di luar negeri, bersama Aleksandr Golovin (Monaco) dan Aleksei Miranchuk (Atlanta United).

Ia bahkan dijadwalkan menjadi kapten Rusia di laga persahabatan kontra Yordania dan Qatar pada jeda internasional September mendatang.

Sementara itu, timnas dan klub Rusia masih dijatuhi larangan tampil di kompetisi UEFA sejak invasi ke Ukraina pada 2022, termasuk Euro 2024 serta kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah kebijakan yang disambut baik oleh Zabarnyi.

Dalam pernyataan lain, Zabarnyi menekankan dampak pribadi dari perang.

“Setiap hari negara kami terbangun dengan sirene. Sulit sekali memikirkan itu. Banyak anak, perempuan, warga sipil yang meninggal setiap hari dan itu harus berhenti,” katanya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pejuang Ukraina: “Mereka orang-orang luar biasa dengan keberanian mereka. Saya sangat bersyukur kepada mereka.”

Laman: 1 2