Konflik ini mengingatkan pada perang saudara 2013-2018 yang menewaskan 400.000 orang. Ketegangan politik antara Presiden Salva Kiir dan Riek Machar memicu kekerasan.
Meeth, yang juga diakon gereja, hanya bisa berdoa untuk keselamatan anak-anaknya. “Kami menderita, kami butuh bantuan dari luar,” pintanya.

