GELUMPAI.ID — Partai Kekuatan Rakyat (PPP) semakin terbagi terkait kehadiran mantan Presiden Yoon Suk Yeol, dengan beberapa calon presiden secara terbuka meminta agar Yoon mundur dari partai tersebut. Permintaan ini muncul seiring dengan spekulasi mengenai pembentukan kelompok politik pro-Yoon.
Kontroversi ini memanas setelah tim hukum Yoon sempat mengusulkan untuk mendirikan blok politik baru bernama “Yoon Again”, namun mendadak menunda rencana tersebut. Keputusan ini datang setelah Yoon terus-menerus mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi yang memecatnya dan mengeluarkan berbagai pesan untuk para pendukungnya.
Lima pengacara Yoon sempat mengungkapkan rencana untuk mendirikan partai politik baru dengan slogan “Yoon Again”, yang semakin populer di kalangan pendukung yang ingin melihatnya kembali berkuasa pasca-pemberhentian.
Bae Eui-chul, salah satu pengacara Yoon, awalnya mengungkapkan rencana untuk mengadakan konferensi pers pada Jumat lalu untuk memperkenalkan partai tersebut. Namun, hanya beberapa jam setelahnya, acara itu ditunda tanpa penjelasan lebih lanjut, dengan alasan perlu menilai kembali waktu yang tepat.
Bae mengatakan keputusan ini diambil di tengah tekanan dari PPP dan semakin banyak spekulasi serta informasi yang salah terkait pengumuman tersebut. Meskipun demikian, Bae menegaskan bahwa tindakan politik lebih lanjut tetap menjadi kemungkinan.
“Kami akan terus berdiskusi untuk menyatukan kubu konservatif dan mencari jalan terbaik untuk meraih kemenangan,” ujar Bae.
Namun, perkembangan ini memicu reaksi keras dari dalam PPP, dengan beberapa anggota partai mengutuk upaya pembentukan partai baru.
Ahn Cheol-soo, calon presiden PPP, secara terbuka meminta Yoon untuk meninggalkan partai, dengan peringatan bahwa keterkaitan lebih lanjut dengan mantan pemimpin yang telah dipecat dapat membahayakan prospek elektoral partai.
“Jika ini terus berlanjut, perlombaan presiden akan hilang,” tulis Ahn melalui Facebook. “Partai yang melindungi mantan presiden yang tercela tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan publik.”

