Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Kontroversi Wasit Slavko Vincic Bikin Fans Arsenal Murka di Semifinal Liga Champions

Kontroversi Wasit Slavko Vincic Bikin Fans Arsenal Murka di Semifinal Liga Champions

GELUMPAI.ID – Fans Arsenal dibuat geram dengan keputusan wasit Slavko Vincic dalam leg pertama semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Emirates Stadium.

Menurut laporan dari GOAL, ketegangan memuncak di stadion dan juga di media sosial, terutama di platform X, saat penampilan Vincic dipertanyakan oleh kedua kubu suporter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GOAL, pendukung Arsenal merasa dirugikan ketika Bukayo Saka dianggap melakukan pelanggaran ringan terhadap Nuno Mendes. Padahal, jika permainan berlanjut, Saka berpeluang mencetak gol.

Mengutip laman GOAL, Saka kemudian mendapat kartu kuning karena menendang bola menjauh setelah insiden tersebut.

Seperti yang dilaporkan oleh GOAL, kedua tim merasa berhak mendapatkan penalti. Khvicha Kvaratskhelia tampak dihalangi oleh Myles Lewis-Skelly di area Arsenal, sementara Mikel Merino kehilangan peluang emas setelah Joao Neves dinilai lebih dulu menguasai bola.

Menurut laporan dari GOAL, reaksi fans di X sangat keras terhadap kinerja Vincic. Salah satu pengguna, Culturecams, menulis, “Wasit butuh istirahat lebih dari para pemain.”

Pengguna lain, BodegaaCat, menambahkan, “Wasit ini mengecewakan. Mendes jatuh jauh sebelum disentuh.”

Mabyllionaire menulis, “Fans Arsenal mengejek wasit… mereka yang dulu menyebut diri ‘Dark Arts FC’ sekarang tidak tahan saat hal itu terjadi pada mereka di pertandingan penting.”

Youtuber FIFA dan pendukung Arsenal, Nepenthez, berkomentar, “Wasit ini parah. Membunyikan peluit setiap kali pemain PSG disentuh sedikit saja.”

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari GOAL, meski Vincic membuat beberapa keputusan tepat, seperti memberi kartu kuning kepada Lewis-Skelly atas beberapa pelanggaran, kemarahan fans Arsenal tetap tertuju pada dirinya.

Seperti yang dilaporkan oleh GOAL, mengingat performa kedua tim yang cukup seimbang, kemarahan suporter hanya bisa diarahkan kepada wasit yang dianggap merugikan tim kesayangan mereka.