News
Beranda » News » Korea Ogah Geng dengan China-Jepang Lawan Trump!

Korea Ogah Geng dengan China-Jepang Lawan Trump!

GELUMPAI.ID — Korea Selatan menolak ajakan bersekutu dengan China dan Jepang untuk melawan tarif balasan dari pemerintahan Trump.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Presiden Sementara Korea Selatan, Han Duck-soo, dalam wawancaranya bersama CNN.

Pernyataan tersebut muncul sehari sebelum tarif 25 persen dari Trump resmi diberlakukan terhadap Korea Selatan.

Langkah ini dikhawatirkan bisa menghantam keras perekonomian Korea yang sangat bergantung pada ekspor.

“Aku tidak berpikir perlawanan seperti itu akan memperbaiki situasi secara dramatis,” kata Han kepada CNN.

“Kami tidak akan mengambil jalur itu.”

Alih-alih membentuk blok tandingan, Seoul memilih jalur diplomasi.

Han mengatakan, Korea akan bernegosiasi secara tenang dengan Washington untuk mencari solusi.

Ia meyakini hubungan aliansi antara Korea dan Amerika masih cukup kuat untuk jadi dasar pembicaraan.

“Kita harus, dengan cara yang sangat tenang, menilai apa arti 25 persen ini bagi kita, dan kita harus, dengan cara yang sangat tenang, bernegosiasi dengan mereka,” ucapnya lagi.

Han kini menjabat sebagai presiden sementara setelah Yoon Suk Yeol resmi diberhentikan akibat keputusan kontroversialnya soal darurat militer pada Desember lalu.

Sejak itu, Han aktif membangun komunikasi dengan Trump.

Bahkan, wawancara CNN ini dirilis tak lama setelah Han dan Trump melakukan pembicaraan via telepon.

Sementara negara-negara Asia lain mulai melirik kerja sama tandingan, Korea Selatan tetap percaya pada kekuatan aliansi strategis.

Han menegaskan, “Tidak semua hal bisa diselesaikan dalam sehari atau dua hari.”

Ia optimistis jalan tengah bisa ditemukan lewat dialog yang masuk akal.

Dalam unggahan Facebook-nya, Han juga menekankan pentingnya memperkuat aliansi ekonomi dan keamanan antara Korea Selatan dan Amerika.

“Ada negara-negara yang memilih respons keras dengan tarif balasan, tapi di masa sulit seperti ini, saya percaya solusi yang lebih masuk akal adalah meningkatkan aliansi Korea-AS,” tulis Han.

“Solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah berkomunikasi dengan tenang dan terus mencari jalan yang menjamin kepentingan kedua pihak.”

Laman: 1 2