GELUMPAI.ID — Partai Demokrat Korea (DPK) mengusulkan kebijakan kontroversial untuk mengatasi rendahnya angka kelahiran. Mereka terinspirasi oleh model Hungaria yang menawarkan pinjaman bagi pasangan baru menikah—dan dihapus jika punya tiga anak.
Dilansir dari Korea Times, rencana ini termasuk memberikan pinjaman 100 juta won (Rp1,2 miliar) ke pasangan menikah. Bunga pinjaman akan dihapus setelah kelahiran anak pertama, pokok pinjaman dipotong 50% untuk anak kedua, dan lunas total jika punya anak ketiga.
Mengutip laman Korea Times, kebijakan serupa di Hungaria berhasil menaikkan angka fertilitas dari 1,21 (2010) menjadi 1,56 (2022). DPK memperkirakan skema ini akan menelan anggaran 3-5 triliun won per tahun.
“Kebijakan ini adalah solusi drastis untuk krisis populasi,” kata Na Kyung-won dari Partai Kekuatan Rakyat, yang pertama kali mengusulkan ide ini. Namun, rencananya sempat ditolak oleh pemerintahan sebelumnya.
Angka fertilitas Korea tahun lalu hanya 0,75—jauh di bawah level stabil 2,1. Tanpa perubahan, populasi diprediksi terus merosot. Beberapa kritikus menilai insentif finansial saja tidak cukup, tetapi DPK bersikeras ini langkah awal krusial.
“Jika menang pemilu, kami akan segera realisasikan,” tegas juru bicara DPK. Proposal ini akan jadi bahan debat panas menjelang pemilu presiden 3 Juni mendatang.

