GELUMPAI.ID — Partai Demokrat Korea (DPK) mulai mempertimbangkan kembali penggunaan energi nuklir dalam kebijakan energinya. Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dari kebijakan era Presiden Moon Jae-in yang ingin menghapus energi nuklir.
Dilansir dari Korea Times, Lee Jae-myung, calon presiden utama DPK, menyebut konsep “energy mix” dalam janji iklimnya. Ia tidak secara eksplisit menolak atau mendukung energi nuklir.
“Ada berbagai sumber dalam energy mix, termasuk energi alternatif, nuklir, dan LNG. Kita perlu menentukan proporsi yang tepat,” kata Yoon Hu-duk, ketua tim kebijakan Lee.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Korea Times, pejabat DPK mengakui rencana penghapusan nuklir era Moon sudah tidak realistis. Kebutuhan energi untuk pengembangan AI dan industri menjadi pertimbangan utama.
“Energi adalah realitas. Listrik yang cukup mendukung pertumbuhan negara dan kehidupan sehari-hari,” tegas Yoon.
Pergeseran sikap ini menuai kekecewaan dari aktivis lingkungan. Green Korea dan kelompok lainnya mendesak DPK tetap menolak kebijakan pro-nuklir ala pemerintahan Yoon Suk Yeol sebelumnya.
“Kebijakan energi pemerintahan berikutnya akan menentukan nasib beberapa dekade ke depan. DPK tidak boleh mengadopsi kebijakan tidak adil hanya karena kebutuhan AI,” bunyi pernyataan bersama mereka.
Menurut analis politik Cho Jin-man dari Duksung Women’s University, perubahan sikap DPK bisa dipahami. “Masyarakat kini sadar bahwa menghapus nuklir tidak gratis. Selain itu, nuklir penting untuk AI dan ekspor teknologi Korea,” jelasnya.
DPK diperkirakan akan merilis sikap resmi mereka setelah konvensi pemilihan calon presiden pada 27 April. Keputusan ini berpotensi memicu konflik internal partai.
Lee Jae-myung masih menjadi favorit dalam berbagai survei pemilu Juni mendatang. Dukungan tinggi yang ia dapatkan memberinya ruang untuk melakukan perubahan kebijakan ini.
Kebijakan energi menjadi isu panas di Korea Selatan, mengingat negara ini merupakan salah satu eksportir teknologi nuklir terkemuka dunia. Publik kini menunggu penjelasan lebih rinci dari DPK.

