News
Beranda » News » Kota Serang Genap 18 Tahun, Ini Catatan Perubahan dari Walikota

Kota Serang Genap 18 Tahun, Ini Catatan Perubahan dari Walikota

Walikota Serang Budi Rustandi

Pada anggaran perubahan, Budi mengaku akan membuat kajian dengan dinas yang terkait untuk melihat dan mengecek langsung terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBG).

“Di mana banyak bangunan yang sudah dirombak, yang lebih tinggi lagi atau lebih bagus lagi. Itu kan harus ada izinnya, menyelesaikan dengan PBG-nya, itu potensi satu, itu yang belum masuk,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung potensi lain dari sektor wisata religi dan hiburan malam yang dibatasi secara ketat.

“Potensi kedua adalah bagaimana menciptakan iklim terkait pemasukan dari investasi terkait wisata religi. Ini belum masuk juga, ini potensi pajak juga, potensi PAD,” katanya.

Berkaitan dengan hiburan malam, ia mengaku melarang untuk minuman keras.

Meski demikian, ia memberikan kelonggaran untuk hiburan keluarga dengan catatan tanpa pemandu penyanyi, dan tidak boleh minuman keras.

“Sekali lagi nih, tidak boleh minuman keras. Ini dalam rangka apa? Agar saya bisa menarik pajak 40 persennya. Tapi kan di dasar kementerian di pusatnya adalah masuknya ke dalam kategori hiburan,” tegasnya.

Selain itu, ia membidik CSR dari perusahaan swasta yang juga akan dioptimalkan untuk pembangunan fasilitas umum.

“CSR juga kan banyak, Perumahan Harmony nanti Jumat pagi saya resmikan. Lalu nanti simpang sebidang, sudah mulai pembangunan. Kalaupun sudah ada lagi, tinggal nunggu MOU dari saya,” katanya.

Budi juga menekankan pentingnya kehadiran industri besar untuk membuka lapangan kerja. Ia bahkan memberikan perhatian khusus bagi anak-anak yang berpotensi putus sekolah.

“Sekali lagi, industri besar ini dalam rangka untuk menunjang lapangan pekerjaan. Karena kalau industri besar itu bisa ratusan ribu orang yang bisa kita serap,” ucapnya.

Ia berkaca pada fenomena hari ini, bahwa  yang lulus sekolah saja belum tentu bekerja. Ia membayangkan nasib warganya yang masih berstatus pengangguran, terlebih putus sekolah.

Sebab, apabila melihat data, angka putus sekolah saat ini di Kota Serang mencapai lebih dari 100 ribu orang.

“Makanya setiap di kantor saya ada yang datang orang mau putus sekolah, saya bantu, saya bantu. Agar dia nggak putus sekolah dan punya harapan besar terhadap pemerintah yang sekarang,” tandasnya.

Laman: 1 2