News
Beranda » News » KPPI Kota Serang Dorong Perempuan Lebih Melek Politik dan Aktif Kawal Kebijakan

KPPI Kota Serang Dorong Perempuan Lebih Melek Politik dan Aktif Kawal Kebijakan

GELUMPAI.ID – Plt Ketua Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Serang, Musyarrofah, menekankan pentingnya peran perempuan dalam dunia politik.

Menurutnya, politik tidak hanya terjadi di ruang parlemen, melainkan juga melekat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

“Peran perempuan di ranah politik sangat penting. Bahkan di dalam keluarga saja kita berpolitik. Begitu juga dalam kebijakan pemerintah, semuanya melalui proses politik,” ujar Musyarrofah, Jumat, 11 September 2025.

Perempuan yang akrab disapa Ofa ini mencontohkan, persoalan harga kebutuhan pokok pun erat kaitannya dengan dinamika politik.

“Harga-harga di pasar itu bukan semata karena hama atau persoalan produksi, tapi juga ada pengaruh konstelasi politik di dalamnya, seperti kenaikan harga muatan dan lain-lain,” jelasnya.

Karena itu, Musyarrofah menilai perempuan harus melek politik, bukan sekadar ikut-ikutan dalam kontestasi.

Menurutnya, perempuan perlu memahami apa yang harus dilakukan ketika sudah terjun ke dunia politik, termasuk peran mereka dalam mengawal kebijakan pemerintah.

Musyarrofah juga menyoroti keberadaan empat anggota parlemen perempuan di Kota Serang yang dinilainya belum maksimal dalam publikasi maupun pengawalan politik.

“Kalau berdasarkan publikasi, memang ada yang secara mandiri memanfaatkan media sosial. Tapi sayangnya pengawalan politik dari parlemen perempuan masih sepi. Banyak masyarakat yang bahkan tidak tahu kiprah mereka, karena tidak terpublikasikan dengan baik,” tuturnya.

Menurutnya, di era digital, publik sangat bergantung pada informasi dari media.

Jika aktivitas politik anggota parlemen perempuan tidak terekspos, maka akan sulit bagi masyarakat untuk menilai sejauh mana kontribusi mereka.

Selain itu, Musyarrofah menilai kritik terhadap kebijakan pemerintah dari kalangan parlemen perempuan masih belum masif.

Ia menduga hal tersebut terjadi karena keterbatasan pendidikan politik atau kurangnya pembekalan yang memadai.

“Padahal banyak hal yang bisa disoroti oleh parlemen perempuan. Harapan saya, mereka tidak hanya mengkritisi kebijakan, tapi juga aktif memberi masukan dari dalam sistem,” katanya.

Tidak hanya parlemen, Musyarrofah juga mendorong aktivis perempuan di partai politik agar berani bersuara terhadap kebijakan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya perempuan untuk terlibat dalam memberikan perspektif yang berbeda, terutama dalam isu-isu yang menyangkut perempuan dan anak.

“Jangan takut untuk bersuara. Perempuan harus berani mengungkapkan kebenaran dan memberi masukan kepada pemerintah. Apalagi sekarang sedang ada Raperda yang dibahas, seharusnya aktivis perempuan dilibatkan agar suara mereka terwakili,” tegasnya.

Musyarrofah menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembahasan kebijakan sangat relevan, terutama dalam isu perlindungan terhadap perempuan dan anak.

“Kalau bicara Raperda, ini juga berkaitan dengan isu kekerasan pada perempuan dan anak. Jadi sangat penting melibatkan aktivis perempuan agar ada perspektif yang menyentuh langsung masalah itu,” ujarnya.

Dengan demikian, KPPI Kota Serang berharap ke depan perempuan tidak hanya hadir dalam angka keterwakilan, tetapi juga mampu menunjukkan peran substantif dalam mengawal kebijakan, mengkritisi pemerintah, dan memperjuangkan isu-isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat. (ADV)