News
Beranda » News » KPPI Kota Serang Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan TikTok Afiliasi

KPPI Kota Serang Dorong Perempuan Mandiri Lewat Pelatihan TikTok Afiliasi

GELUMPAI.ID – Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Serang melaksanakan pelatihan digital marketing bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang pada Selasa, 29 Juli 2025.

Program ini hadir sebagai bagian dari komitmen KPPI untuk terus mendorong perempuan lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus menjawab tantangan zaman yang serba digital.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir tidak hanya datang dari kalangan pelaku UMKM, tetapi juga ibu rumah tangga, anggota organisasi perempuan, serta perwakilan kelurahan di Kota Serang.

Pelatihan yang digelar sehari penuh ini difokuskan pada pemanfaatan TikTok Afiliasi sebagai pintu masuk bagi perempuan untuk ikut serta dalam ekosistem bisnis digital.

TikTok dipilih karena dianggap menjadi salah satu platform paling populer dan potensial dalam memperluas jangkauan pasar sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

Peluang Ekonomi Lewat TikTok Afiliasi

Plt Ketua KPPI Kota Serang, Musyarrofah, menekankan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi merupakan jalan bagi perempuan agar lebih berdaya dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pendapatan keluarga.

“Kenapa kami pilih materi TikTok afiliasi? Karena banyak ibu-ibu atau pelaku usaha yang kesulitan modal. Dengan afiliasi, mereka bisa tetap berjualan tanpa harus menyiapkan stok barang,” jelas Musyarrofah, Minggu 14 September 2025.

Ia menegaskan, peluang menjadi afiliator sangat terbuka lebar. Hanya dengan bermodalkan telepon genggam dan jaringan internet, perempuan sudah bisa berpartisipasi dalam bisnis online dan memperoleh penghasilan.

“Perempuan bisa memanfaatkan handphone dan internet untuk menghasilkan komisi. Jika konsisten, ini bisa menjadi tambahan penghasilan, bahkan tabungan masa depan,” katanya.

Musyarrofah juga menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi.

Bagi sebagian besar perempuan, kata dia, memiliki pendapatan sendiri berarti meningkatkan rasa percaya diri, memperluas ruang gerak, serta memberi kontribusi langsung pada kesejahteraan keluarga.

“Dengan kegiatan ini, perempuan bisa mandiri secara ekonomi. Kalau hasil komisinya ingin diputar kembali untuk membuka usaha baru, itu juga sangat mungkin dilakukan,” tandasnya.

Selain soal peluang afiliasi, Musyarrofah juga mengingatkan bahwa perempuan di era digital perlu adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, pemasaran konvensional kini sudah tidak cukup untuk mengembangkan usaha.

Masyarakat, terutama generasi muda, lebih sering melakukan transaksi melalui platform digital, sehingga UMKM maupun usaha rumahan wajib mengikuti tren tersebut.

Dengan memahami digital marketing, perempuan tidak hanya akan mampu meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memperluas jejaring bisnis dan membuka lapangan kerja baru.

“Hal ini penting agar perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap ekonomi keluarga, melainkan sebagai motor penggerak yang setara dengan laki-laki. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi ekonomi perempuan di Kota Serang,” tuturnya.

Dengan adanya dukungan dari KPPI dan DP3AKB, perempuan tidak lagi terkendala oleh keterbatasan modal maupun keterampilan.

Sebaliknya, mereka didorong untuk lebih percaya diri, berani mengambil peluang, dan menjadikan teknologi sebagai sahabat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bagi KPPI Kota Serang, pelatihan ini merupakan bentuk nyata dari perjuangan organisasi perempuan untuk menghadirkan solusi atas persoalan ekonomi yang dihadapi perempuan sehari-hari.

“Harapannya, melalui program seperti ini, perempuan Kota Serang tidak hanya tangguh dalam keluarga, tetapi juga berdaya secara sosial dan politik,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Pengarusutamaan Gender (PUG) DP3AKB Kota Serang, Enung Subarningsih, menegaskan bahwa pelatihan digital marketing ini merupakan bagian dari strategi besar pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, kesejahteraan keluarga sangat bergantung pada peran aktif perempuan dalam mengelola sumber daya ekonomi.

“Bagi yang sudah punya produk, ini membantu mereka beralih ke pemasaran digital. Bagi yang tidak punya produk, tetap bisa mendapat cuan lewat afiliasi. Jadi, perempuan bisa tetap produktif dan mandiri,” ujar Enung.

Ia berharap, peserta pelatihan tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi segera mempraktikkan materi yang telah diberikan.

Dengan begitu, manfaat pelatihan bisa dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan begitu, mereka tidak hanya melek teknologi, tapi juga mampu memanfaatkan peluang ekonomi di era digital,” katanya. (ADV)