GELUMPAI.ID – Keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya soal pemenuhan angka kuota, melainkan juga tentang menghadirkan perspektif baru yang mampu memperkaya kebijakan publik.
Menyadari hal itu, Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Kota Serang terus konsisten menggelar pembinaan dan pelatihan politik bagi kader-kader perempuannya.
Plt Ketua KPPI Kota Serang, Musyarrofah, menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar bersama Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG) DP3AKB Kota Serang ini dirancang untuk memberikan pemahaman lebih luas kepada perempuan, khususnya kader partai, mengenai pentingnya strategi keterlibatan politik.
Menurutnya, perempuan tidak boleh hanya menjadi pelengkap, melainkan harus aktif mengambil peran, baik dalam pemilu legislatif maupun pilkada.
“Terkait pembinaan KPPI, kita konsepnya adalah memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para kader-kader perempuan, khususnya kader-kader partai, dalam pemahaman terkait keterlibatan perempuan di bidang politik termasuk juga bagaimana strategi dalam menghadapi Pemilu dan pemenangan bagi perempuan di konstelasi politik baik Pemilu ataupun Pilkada,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Ofa ini menegaskan, kegiatan pembinaan yang digelar selama dua hari ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Muflihah selaku Sekretaris KPPI Provinsi Banten, serta akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Di hari pertama, pembinaan difokuskan kepada seluruh pengurus KPPI Kota Serang yang secara rutin mendapatkan binaan dan hari kedua, peserta diperluas dengan melibatkan para kader perempuan dari berbagai partai politik, seperti organisasi Puan, hingga perempuan PPP dan PKB.
Dengan format pembinaan ini, KPPI Kota Serang berharap para kader partai tidak hanya hadir secara kuantitas, tetapi juga mampu membangun kualitas dalam berpolitik.
Ofa menekankan target kuota perempuan tetap menjadi prioritas, yakni 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen.
Jika pun target penuh belum tercapai, minimal angka 15 persen bisa direalisasikan.
“Akhirnya mereka yang tadinya enggan ikut serta menjadi peserta pemilu, tergerak hatinya untuk bisa ikut serta di pemilu berikutnya,” katanya.
Selain pembinaan langsung, KPPI juga merancang tindak lanjut strategis.
Pertama, restrukturisasi kepengurusan KPPI dengan merangkul kembali semua kader politik perempuan di Kota Serang.
“Langkah ini dinilai penting, mengingat belum semua kader partai perempuan terlibat dalam kepengurusan sebelumnya,” tuturnya.
Kedua, para kader yang sudah mengikuti pembinaan diharapkan bisa menyebarkan ilmu dan strategi politik yang didapat ke dalam struktur partainya masing-masing.
Ketiga, sinergi dengan organisasi perempuan juga diperkuat agar informasi dan pembekalan politik tidak berhenti di satu titik, melainkan tersebar lebih luas.
Bagi Ofa, politik bukan ranah yang eksklusif untuk kelompok tertentu.
“Dengan pembinaan intensif, KPPI Kota Serang ingin membuktikan bahwa perempuan juga memiliki kapasitas dan strategi untuk memenangkan kontestasi politik. Kami optimis, semakin banyak perempuan yang berani tampil di panggung politik, maka semakin besar pula peluang tercapainya kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tandasnya. (ADV)

