Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menegaskan bahwa BBSI terus berfokus pada pertumbuhan kredit yang sehat dan berkualitas dengan prinsip tata kelola yang baik serta kehati-hatian.
“Pertumbuhan ini tidak terlepas dari strategi Krom Bank yang menyasar sektor prioritas seperti UMKM, konsumsi produktif, serta pembiayaan ritel,” kata Anton dalam keterangannya, pada Selasa 11 November 2025.
“Ke depannya kami optimistis penyaluran kredit di Krom Bank sendiri akan terus tumbuh khususnya di sektor produktif,” katanya.
Hingga September 2025, Krom Bank juga berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp6,97 triliun, melonjak 212,93 persen YoY dari Rp2,22 triliun.
Rinciannya, simpanan tabungan meningkat drastis 357,12 persen YoY menjadi Rp1,37 triliun, simpanan giro tumbuh 254,47 persen YoY menjadi Rp23,72 miliar, dan simpanan deposito naik 190,14 persen YoY menjadi Rp5,56 triliun.
Anton menjelaskan, peningkatan jumlah nasabah tidak lepas dari strategi perseroan yang berfokus pada inovasi berkelanjutan dan perluasan ekosistem.
“Kami berfokus pada dua hal utama yaitu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai produk inti kami,” ujarnya.
Secara keseluruhan, rasio kecukupan modal (KPMM) Krom Bank menurun dari 101,38 persen menjadi 49,45 persen.
Meski demikian, kualitas kredit terus membaik dengan rasio NPL gross turun dari 2,70 persen menjadi 2,64 persen , dan NPL net dari 0,24 persen menjadi 1,10 persen .
Pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) sedikit turun dari 20,30 persen menjadi 20,18 persen, sementara rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) naik dari 81,62 persen pada kuartal III/2024 menjadi 86,96 persen di kuartal III/2025.
“Untuk ekspansi, kami menginisiasi kolaborasi dengan pihak-pihak strategis baik di dalam maupun di luar ekosistem kami guna mempercepat akuisisi nasabah baru dan memperluas penggunaan Krom di masyarakat,” tandasnya.

