GELUMPAI.ID — KTM, pabrikan motor asal Austria, terlibat sengketa hukum dengan investor senilai €80 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Mantan CEO KTM, Stefan Pierer, menggugat Stephan Zochling terkait pinjaman yang memicu konflik saham.
KTM tengah berjuang keluar dari krisis keuangan besar. Pabrikan ini memiliki utang lebih dari €2 miliar.
Rencana restrukturisasi KTM telah disetujui kreditor. Langkah ini diharapkan menjamin masa depan perusahaan.
KTM wajib membayar 30% dari utangnya, sekitar €600 juta. Pembayaran harus selesai sebelum 23 Mei.
Sengketa hukum ini menambah beban KTM. Stefan Pierer menggugat Zochling di Pengadilan Komersial Wina.
Menurut laporan dari CRASH, Zochling melalui Dabepo Holding AG meminjamkan €80 juta ke anak perusahaan Pierer Mobility Group. Saham senilai pinjaman itu dijaminkan sebagai jaminan.
Pinjaman tersebut harus dilunasi sebelum akhir Juni. Namun, Zochling menilai ada pelanggaran kontrak.
“Pierer tidak menginformasikan tawaran yang sama kepada Bajaj, pemilik saham KTM lainnya,” kata Zochling.
Zochling kini menawarkan saham jaminan untuk dijual kembali ke Pierer Industrie. Langkah ini memicu gugatan dari Pierer.
“Pembayaran pinjaman belum jatuh tempo, jadi Zochling tidak berhak menjual saham itu,” ujar Pierer.
Sengketa ini berpotensi mengganggu upaya KTM mengumpulkan €600 juta. Dana itu krusial untuk melunasi kreditor.
Krisis keuangan KTM telah berlangsung selama setengah tahun. Perusahaan terus berupaya stabilkan operasional.
Belum jelas bagaimana sengketa ini akan memengaruhi reputasi KTM. Pasar global tengah memantau perkembangan kasus ini.

