GELUMPAI.ID — Fremantle resmi meluncurkan Imaginae Studios, label mandiri yang akan fokus menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong batas produksi dan inovasi dalam bercerita.
Langkah ini menjadi sinyal kuat dari perusahaan hiburan global tersebut untuk masuk lebih dalam ke ranah teknologi kreatif.
Imaginae akan memanfaatkan seluruh solusi, teknologi, dan alat berbasis AI untuk mendukung komunitas kreatif.
Fremantle menyebut, label baru ini akan menjadi wadah bagi talenta generasi berikutnya dengan merekrut tim kreatif khusus yang memiliki semangat terhadap eksplorasi cerita dan eksperimen inovatif.
Fremantle dikenal luas lewat acara unscripted seperti “American Idol” dan “America’s Got Talent,” serta drama populer “Normal People” dan film seperti “Queer” karya Luca Guadagnino dan “Poor Things” arahan Yorgos Lanthimos.
Peluncuran Imaginae Studios dipimpin langsung oleh Andrea Scrosati, COO Grup Fremantle sekaligus CEO untuk kawasan Eropa.
Ia menegaskan, “Misi kami adalah, dan akan selalu menjadi, memberikan para kreator alat terbaik dan dukungan terbaik untuk menciptakan konten luar biasa bagi audiens global.”
Scrosati juga menambahkan, “AI menawarkan peluang baru yang luar biasa untuk mengubah ide menjadi gambar, video, suara, dan seni.”
“Tujuan dari Imaginae Studios adalah menjadi jembatan antara kreativitas manusia yang luar biasa dan teknologi mutakhir, menciptakan ruang kreatif di mana inovasi bertemu eksperimen,” lanjutnya.
Ia menutup, “Kami percaya bahwa di balik setiap alat AI yang kuat, harus ada pikiran kreatif cemerlang yang mengarahkannya.”
Fremantle menegaskan bahwa Imaginae merupakan bentuk komitmen serius terhadap investasi dalam talenta kreatif, ide-ide baru, dan inovasi.
Label ini juga akan beroperasi dengan mematuhi standar hak kekayaan intelektual dan kepatuhan yang ketat.
Bagi kreator yang ingin bergabung, Fremantle membuka peluang dengan mengundang pengiriman CV dan portofolio kreatif melalui situs resmi www.ImaginaeStudios.AI.
Sumber: Variety

