GELUMPAI.ID – Sebuah insiden memalukan mewarnai tensi tinggi pertandingan semifinal Liga Champions antara Inter Milan dan FC Barcelona di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (7/5/2025) dini hari WIB. Keributan kecil pecah usai gol penalti Hakan Calhanoglu yang membawa Inter unggul 2-0 di menit ke-44.
Gol tersebut berawal dari kontroversi keputusan wasit Szymon Marciniak yang menunjuk titik putih setelah meninjau VAR. Ia menilai bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, melakukan pelanggaran terhadap Lautaro Martínez. Penyerang Inter itu terlihat cerdik memanfaatkan situasi dengan menyelipkan kaki di antara bola dan Cubarsí yang berusaha melakukan tekel.
Calhanoglu dengan tenang mengeksekusi penalti dan berhasil mengecoh kiper Barcelona, Wojciech Szczęsny. Namun, selebrasi gol inilah yang memicu keributan. Bek Inter Milan, Francesco Acerbi, yang berlari merayakan gol, tampak melakukan gestur provokatif ke arah bek Barcelona, Iñigo Martínez, yang berdiri di tepi kotak penalti.
Menurut laporan dan rekaman video yang beredar, Acerbi diduga meludah ke arah Iñigo Martínez. Sontak, pemain asal Spanyol itu meradang dan membalas dengan meludah balik ke arah Acerbi. Aksi saling meludah ini memicu kericuhan antar pemain kedua tim. Beberapa pemain Inter dan Barcelona berusaha melerai keduanya. Bahkan, sempat ada permintaan kartu merah untuk Acerbi atas dugaan agresi setelah ia berbalik badan usai diludahi.
Namun, setelah berdiskusi dengan asisten wasit melalui VAR, wasit Marciniak memutuskan untuk tidak memberikan hukuman kartu kepada kedua pemain. Insiden memalukan ini pun berlalu begitu saja, dan kedua tim kembali fokus pada sisa pertandingan hingga turun minum.
Selepas pertandingan, tanpa adanya tayangan ulang televisi yang jelas, laporan dari radio menyebutkan bahwa Acerbi diduga menendang Iñigo Martínez. Pemain Barcelona itu sendiri terlihat sangat marah dan menjelaskan kejadian tersebut di mixed zone. “Acerbi merayakan gol di telinga saya, saya marah, tetapi ludah saya tidak mengenai dia,” ujar Iñigo Martínez dengan nada kesal.
Insiden ini tentu menambah panas rivalitas antara kedua tim dan menjadi sorotan negatif dalam pertandingan krusial di Liga Champions tersebut. UEFA kemungkinan akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden memalukan ini.

