Bola & Sports
Beranda » Bola & Sports » Lebih Berbakat dari Lima Pembalap Terbaik, Ini Kata Scott Redding tentang Casey Stoner

Lebih Berbakat dari Lima Pembalap Terbaik, Ini Kata Scott Redding tentang Casey Stoner

GELUMPAI.ID — Legenda MotoGP, Casey Stoner, dikenal luas atas bakat luar biasa yang ia miliki di atas motor, dan warisan yang ditinggalkannya di dunia balap. Meskipun sudah pensiun lebih dari satu dekade lalu, pujian terhadap kemampuannya terus mengalir.

Scott Redding, pembalap MotoGP, dalam podcast Motorsport Republic, menyatakan, “Dia itu sesuatu yang istimewa.” Redding menambahkan, “Dia memiliki lebih banyak bakat dibanding lima pembalap teratas gabungan.”

Dia menjelaskan, “Hal-hal yang dia lakukan saat balapan, sebagai penonton kamu tidak akan menyadarinya seperti kami, para pembalap.” Menurut Redding, kemampuan Stoner sangat menonjol hingga membuat siapa pun yang menyaksikannya terkesima.

“Ketika kamu melihat Toprak melakukan sesuatu dan berpikir, ‘Sial!’ Kemudian kamu melihat Casey melakukan hal yang sama… pertama, bagaimana? Dan begitu konsisten?” ungkap Redding.

Redding berpendapat bahwa Stoner tidak pernah takut jatuh. “Dia tidak takut jatuh. Dia hanya melaju, dan apapun yang terjadi, ya sudah,” katanya. Stoner dikenal memiliki hasrat besar untuk menang. “Dia marah ingin menang. Dia tidak peduli,” tambah Redding.

Dalam cerita masa mudanya, Redding mengungkapkan, “Dia menandatangani kontrak dengan KTM, saya rasa di 250cc. Mereka bilang, ‘Keluar, jalankan mesinnya, santai saja…’ Tapi dia malah meluncur ke pitlane, langsung highside! Dua lap kemudian, jatuh! Tidak ada ampun.”

Menurut Redding, Stoner selalu tampil cepat. “Saya rasa dia tidak akan turun lebih pelan hanya untuk satu lap. Tidak, Casey begitu.”

Redding, yang memulai debutnya di MotoGP pada 2014, dua tahun setelah Stoner pensiun, mengungkapkan kekagumannya terhadap Stoner yang ia saksikan selama berada di Moto2. Stoner memenangkan dua kejuaraan MotoGP yang semakin terlihat impresif dengan berjalannya waktu.

Stoner memenangkan gelar juara pada tahun pertama bersama Ducati, meski perlu 15 tahun bagi Ducati untuk kembali memenangkan kejuaraan lewat Pecco Bagnaia pada 2022. Motor Ducati yang digunakan Stoner sangat berbeda dengan Ducati yang kita lihat saat ini.

Laman: 1 2