GELUMPAI.ID — Ledakan besar di Rafah, Gaza selatan, menewaskan dan melukai tentara Israel dari Brigade Golani. Insiden terjadi saat mereka meledakkan sebuah bangunan pada Kamis.
Media Israel memberlakukan blackout berita terkait kejadian ini. Pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi.
Saksi mata di Rafah melaporkan ledakan besar disertai helikopter Israel yang mengevakuasi korban. Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Qassam, mengklaim terlibat dalam bentrokan jarak dekat di lingkungan El Geneina, Rafah timur. Mereka menyebut sejumlah tentara Israel terjebak di reruntuhan bangunan yang telah dipasangi bahan peledak.
“Kami meledakkan alat peledak kuat menargetkan patroli tujuh tentara dekat Masjid Omar Ibn Al-Khattab,” kata Brigade Qassam dalam pernyataan.
Evakuasi korban Israel dilaporkan sulit karena intensitas pertempuran. Rekaman media Israel menunjukkan helikopter mengangkut tentara ke rumah sakit.
Mengutip laman Al-Jazeera, serangan udara Israel di Gaza menewaskan 16 warga Palestina pada Kamis. Serangan ini menyusul 100 kematian dalam 24 jam sebelumnya.
Di Deir el-Balah dan kamp pengungsi Nuseirat, tiga orang tewas akibat serangan terpisah. Penembakan di Shujayea, Gaza timur, menewaskan satu orang dan melukai beberapa lainnya.
Sembilan orang tewas akibat serangan jet tempur Israel ke sebuah rumah di Beit Lahiya. Tim penyelamat masih mencari seorang wanita yang diduga terjebak di reruntuhan.
“Rumah itu penuh dengan pengungsi,” kata Hani Mahmoud, jurnalis Al Jazeera di Gaza.
Di Khan Younis, seorang gadis tewas dan empat lainnya luka akibat artileri Israel yang menghantam tenda pengungsi. Blokade bantuan Israel memperparah krisis kemanusiaan di Gaza.
World Central Kitchen menghentikan operasi dapurnya di Gaza. “Kami kehabisan makanan untuk dimasak,” ujar mereka dalam pernyataan.
Jose Andres, pendiri World Central Kitchen, mendesak izin masuk bantuan. “Truk bantuan siap di Mesir, Yordania, dan Israel, tapi tidak bisa bergerak tanpa izin,” katanya.

