Entertainment
Beranda » Entertainment » Ledakan Ngeri di Film Warfare, Ini yang Terjadi di Balik Layar

Ledakan Ngeri di Film Warfare, Ini yang Terjadi di Balik Layar

GELUMPAI.ID — Film Warfare bikin jantung deg-degan bukan cuma karena ceritanya yang intens, tapi juga karena adegan ledakan yang terasa real banget.

Semua itu bukan kebetulan. Sang sutradara Alex Garland dan Ray Mendoza sengaja menghidupkan memori nyata dari misi berbahaya tahun 2006 di Irak.

Mereka ingin penonton ngerasain langsung gimana rasanya berada di tengah zona perang.

Untuk adegan ledakan IED, tim produksi bahkan terbang ke Republik Ceko buat rekam suara tembakan dan peluru secara langsung.

Glenn Freemantle, desainer suara peraih Oscar, bilang kalau mereka mengandalkan ingatan Ray buat bedain suara ledakan.

“Ada ledakan yang bunyinya crack, ada juga yang lebih berat seperti boom,” ujar Freemantle.

“Ray juga bilang, kadang bukan cuma suaranya aja, tapi dorongan udara setelahnya yang bikin shock. Jadi kami coba buat ledakan itu sekuat mungkin, tapi tetap realistis,” tambahnya.

Saat ledakan terjadi di film, kamera bergerak cepat dari satu sudut ke sudut lain. Para tentara terlihat terlempar, panik, dan kebingungan.

“Sebagian dari mereka nggak dengar apa-apa, sebagian lain alami tinnitus, ada juga yang dengar suara pecahan gendang telinga,” jelas Freemantle.

Namun bukan cuma dentuman yang jadi fokus. Momen sepi sebelum ledakan justru lebih bikin tegang.

“Ray bilang waktu itu sunyi banget, sampai suara goresan pena di kertas pun terdengar,” kenang Freemantle.

Untuk menghidupkan adegan itu, Mark Digby sebagai desainer produksi bangun set 360 derajat di bekas lapangan udara di Inggris.

Dia pakai Google Earth dan foto-foto pribadi Ray sebagai referensi. Set itu termasuk jalan luar tempat ledakan terjadi dan bagian dalam rumah tempat para prajurit ditarik masuk.

“Biasanya, kami bakal bangun bagian luar di lokasi dan bagian dalam di studio,” kata Digby.

“Tapi demi efisiensi dan akting yang alami, semua harus terasa seperti bangunan sungguhan,” tegasnya.

Prosesnya nggak gampang. Semua set harus selesai sejak hari pertama syuting karena urutan cerita direkam sesuai alur.

Setelah ledakan, Digby harus cepat ubah set jadi penuh puing dan darah dari berbagai sudut pengambilan gambar.

Laman: 1 2