GELUMPAI.ID — Kandidat presiden terdepan Korea Selatan, Lee Jae-myung, menyerukan dimulainya kembali KTT antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan di Facebook pada Kamis.
Lee, yang berasal dari Partai Demokrat Korea (DPK), menekankan pentingnya dialog untuk menjaga stabilitas kawasan. Ia sedang berkampanye untuk pemilihan presiden 3 Juni.
Presiden AS Donald Trump mengaku berencana menghubungi pemimpin Korut, Kim Jong Un. Trump menyebut hubungan baik telah terjalin selama masa jabatan pertamanya.
“Saya pikir sangat penting untuk memulai kembali KTT AS-Korut guna mencegah ketegangan di Semenanjung Korea,” tulis Lee di media sosialnya.
Menurut laporan dari Korea Times, Lee menilai diplomasi adalah kunci untuk mengurangi ancaman nuklir Korut. Pernyataannya mendapat perhatian luas di tengah kampanye.
Hubungan AS-Korut sempat mencair selama KTT di era Trump. Namun, kemajuan signifikan belum tercapai hingga kini.
Lee menegaskan perlunya kerja sama internasional. Ia ingin Korea Selatan memainkan peran aktif dalam mediasi.
“Kita harus membuka saluran komunikasi dengan Korut untuk masa depan yang lebih damai,” ujar Lee.
Pernyataan Lee mencerminkan visinya dalam politik luar negeri. Isu Korut menjadi salah satu topik utama dalam kampanye.
Publik Korea Selatan menantikan langkah konkret dari kandidat presiden. Diplomasi dengan Korut tetap menjadi tantangan besar.

